Pengaruh Pendidikan di Lingkungan Sosial

pengaruh pendidikan di lingkungan sosial

Halo, sahabat Penalis. Semoga selalu dalam keadaan sehat. Walaupun pandemi telah berubah menjadi endemi, tapi tetap saja kita harus terlepas dari itu semua dengan keyakinan yang kita punya.

Baiklah, kali ini Penalis akan menulis artikel tentang “Pengaruh Pendidikan di Lingkungan Sosial”. Sebelum membahasa lebih jauh, Penalis ingin memberi sedikit pengetahuan perihal pendidikan terlebih dahulu.

Secara etimologis, pendidikan berasal dari kata didik, yang berarti memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, dan pimpinan). Kemudian kita akan masuk ke dalam ranah pendidikan itu sendiri, tapi sebelumnya Penalis ingin mengajak kalian semua untuk benar-benar mengetahui terlebih dahulu apa yang dinamakan dengan pendidikan itu sendiri.

Apa itu Pendidikan?

Proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Keterangan yang kita dapat dari pada makna pendidikan itu sendiri jelas serta memang seperti itu realitanya. Pendidikan juga sebenarnya memiliki pengaruh yang sangat besar bagi ruang lingkup pendidikan itu sendiri maupun ruang lingkup lingkungan sekitar. Pendidikan seharusnya akan mampu menguasai dirinya atau individu untuk berubah. Baik secara tingkah laku, pola pikir, serta kebiasaan.

Adapun faktor-faktor pengembangan individu menurut M. Noor Syam, 1981: 8- 12, beliau menuliskan bahwasanya ada dua faktor perkembangan individu tersebut.

  1. Faktor bawaan (endogen)
  2. Faktor lingkungan (eksogen)

Nah, kali ini, Penalis ingin menjabarkan sedikit tentang dua faktor tersebut, tentunya dengan memasukkan pendidikan itu sendiri sebagai modal awal atau pondasi perkembangan setiap individu.

Faktor Bawaan

Faktor ini adalah faktor di mana seseorang memang sudah memiliki tekad yang kuat untuk melakukan perubahan-perubahan dengan referensi, informasi, dan data yang didapat dari dunia pendidikan, sehingga individu tersebut termotivasi untuk melakukan perubahan kepada dirinya sendiri.

Faktor Lingkungan

Seperti kata pepatah terdahulu, “kalau kita main dengan tukang minyak wangi, maka kita pun akan wangi“. Ya, faktor lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan individu. Bagaimana tidak? Ketika lingkungan di sekitar kita berpendidikan, maka individu tersebut akan mencoba untuk masuk ke dalamnya. Atau bahkan tanpa disadari, individu tersebut hanyut dalam lingkungan itu sendiri.

Lingkungan sebenarnya tidak menuntut kita untuk melakukan sesuatu perubahan, tapi lingkungan mempunyai andil besar dalam proses perkembangan individu. Mengapa? Perkembangan individu tidak hanya didapat dari pendidikan formal, karena pendidikan formal hanya mampu memberikan teori-teori dasar perihal pengetahuan dan wawasan. Maka, lingkungan menjadi tempat eksekusi pertama untuk mempraktikkan segala pengetahuan yang sudah didapat.

Pendidikan Mempengaruhi Nilai Sosial

Sahabat Penalis, mari kita runut pendidikan yang kita dapat, pasti akan berdampak pada nilai-nilai sosial. Karena, yang pertama, kita tidak dapat memungkiri bahwasanya manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena itu, pendidikan yang didapat dari ruang lingkup pendidikan itu sendiri akan bermuara pada lingkungan sekitarnya dan nilai-nilai sosial yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Contohnya prinsip, anggapan, keyakinan, dll.

Prinsip

Bagi Penalis, prinsip merupakan pondasi awal dari sebuah proses pendidikan. Prinsip itu dibentuk dari sebuah wawasan dan pengetahuan yang kita cerna sebelum diaplikasikan pada lingkungan sosial. Prinsip memiliki peranan penting bagi setiap individu. Mengapa demikian? Karena prinsip tumbuh dan berkembang dalam pikiran, sehingga dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak. Prinsip di sini harus selalu positif, ambisius, dan jangan pantang menyerah, ya, sahabat Penalis.

Anggapan

Anggapan adalah pendapat individu dalam mengonversikan antara pendidikan formal dan lingkungan sosial di sekitarnya. Bukan secara keseluruhan, tapi mengonversikan itu juga berarti menuai hasil dari pada proses belajar atau pendidikan itu sendiri ke dalam ruang lingkup kehidupan sehari-hari. Jadi, Penalis ingin mengajak dan memberi tahu kepada kalian semua untuk tidak terlalu idealis dengan argumen-argumentasi yang didapat dari ilmu pengetahuan, referensi, serta wawasan yang cukup luas. Karena pendapat yang menurut kita benar, belum tentu realisasi di kehidupan nyata itu benar. Ingat, teori tidak akan selalu sama dengan realita. Bukan begitu?

Keyakinan

Yakinlah dengan semua kemampuan yang ada di dalam diri kita. Ya, keyakinan yang teguh akan membawa kita pada sebuah kepercayaan yang didasari dari sebuah pola pikir yang dahsyat. Maka dari itu, keyakinan juga mempengaruhi pendidikan dalam nilai-nilai sosial.

ajax loader

Bagikan Artikel Ini

Penalis

Portal media berbagi informasi dan inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *