Artikel Populer
Artikel Terbaru
Sebuah kisah lahirdari derita para penyairyang kehabisan daya Kini hanya hampayang tersisa dari waktu Tanah menelan huruf-hurufdan bahasa kian musnah Tanpa maknaTanpa suaraDimakan nasib Di puncak sunyi.
Lara bersemayam di belantara kecewaKu harap hadirmu tak sekedar anestesi sementara.Aku telah membunuh segala takut, hingga keluar dari belantara itu, jika kau hanya ingin membuatku tersenyum tanpa ada niat untuk
As I bend the realityEverything is alignedI deconstructed the cosmicMy tongue dwells into realityHeaven and hell falling apartThe shadow made an apology“What a disguise”, I saidAll animals distinctThe Jinn vanishedThe
“Seperti apa aku mau menghidupi aku?”Pertanyaan yang perlahan mengisi waktu heningku di pukul enam sore kala itu.Tidak mau menjawabnya dengan gegabah.Tapi mulai kuurai dalam kata-kata yang seindah mungkin.Kira-kira seperti ini:
Kota itu tak pernah tidur. Lantai-lantai kaca gedung-gedung pencakar langit mengkilap diterpa cahaya lampu malam yang silau. Setiap sudut menyimpan cerita, dan setiap bayang-bayang di jalanan seakan mengisahkan rahasia yang
Menjelang akhir Ramadhan kemarin, saya coba mentadabburi surah Asy-Syu’ara (Para Penyair). Penyair itu, menurut Tuhan sendiri Sang Maha Penyair, terbagi dalam dua tipe: ada penyair yang disindir habis-habisan, dan adapula
Hitam..Hitam…Harum…Harum…Harum sekali aromanya menusuk dan memasuki lubang hidungkuTentu saja tidak hanya kucium aromanyaKu seruput juga airnya…”sluurrpppphh” aahhhhh….. Nikmatnya….Ku ketagihan dengan aroma dan rasa air hitam iniYang berasal dari biji yang
Pagi hari sambil menyeruput kopi di teras rumah melihat mentari pagi. Menghela napas. Berpikir, hangatnya kehidupan, ketenangan, susah didapatkan, walaupun di kematian. Beribu-ribu langkah menapak pada tanah, air mata menjadi
Artikel Lainnya
Sastra
Tips & Tutorial
Kategori Artikel
26 Posts
71 Posts
81 Posts
36 Posts
46 Posts
46 Posts








































