Artikel Populer
Artikel Terbaru
“Ting!” Bunyi ponsel Amara yang menandakan adanya pesan masuk. Amara menekan ujung rokok yang hampir habis ke dalam asbak, menghasilkan suara kecil saat bara api yang memudar menyentuh permukaan kaca.
"Aku yang Menyebutmu dalam Diam" Aku tidak pernah benar benar memanggilmu,tapi entah kenapa namamu selalu menemukan jalannya di kepalaku yang terlalu riuh. Kita tidak punya apa-apa,bahkan mungkin tak pernah memulai,tapi
Terpuruk di antara lembar kertasLangkahku tak lagi seirama duniaKantong mata menampung sisa malamMenyusuri hari tanpa arah Kopi tak lagi menolongTeh pun kehilangan hangatnya Di dada, angin berkecamukMengoyak sunyi sampai ke
Kelopak mataku terbuka secara perlahan, Cahaya terang menusuk kornea mataku dari lampu yang tertuju kepadaku Aku terbangun, di ruangan sepi, dan hanya aku sendiri.Senyap, tenang, hanya suara mesin yang selalu
Jarum berdetak pukul 02.00 dini hari Sungguh pelanggaran berat bagi pecinta kesehatan kakiki Uh... tapi hatiku tak kuatRindu ini seketika mencuat Ingat aku saat menatap ruang tamu, saat ku lihat
Oooo..PutarIngin terus berputar rasanya kepalaku Berpusing-pusingSeperti kata Puak Melayu BerotasiLayaknya bumiAgar iya seperti baru MenariSeperti SufiYang akan menyatuDengan Rindu Pada Tuhanmu SayangnyaHari ini hanya batin dan pikiranku yang berputarDi depan
Cintai aku dengan jumpalitan ugal-ugalan, agar kita tetap bergerak dalam harmoni dan ritme yang hidup Cintai aku dengan rusuh seperti demo di depan DPR yang menyita perhatian publik Cintai aku
Apa mau dikataBudaya kita adalah tersinggungSaling berebut kursi tahtaBersembunyi dibalik kata maaf setelah berpanggung Kisah kisah nelangsa terlintasBak kendaraan di daerah SimatupangPara pemuka itu cerdasNamun tak sadar dengan yang timpang
Artikel Lainnya
Sastra
Tips & Tutorial
Kategori Artikel
26 Posts
71 Posts
82 Posts
56 Posts
46 Posts
46 Posts








































