Tulisan Terbaru
sepertiga malam itu kaumutilasi sisa-sisa warasyang kutitipkan pada lipatan keningmu, kau sayat hingga menganga,kau lumuri cuka dengan lidahpaling jahanam yang kau punya. aduh, betapalah aku bisamenambal dada ini jika ingatantentangmu
I sharpen my handsupon the Eighth Pentacle, hammering repetitioninto something worthy. When the work was done, I climbed high enoughto see The World, a circle without edges,spinning beyond my certainty.
Jadi apa warna cinta, Tuan?Serupa-rupa perasaan pengantar tidur?Semacam penghias gempita berbalut mantra?Hampir satu dekade mencari peta cedera di tubuhkuTanah yang berkhianat mengubur abuSetelah kembang peony kau rontokkan sampai musnah ke
Tidak perlu buru-buru Hidup terlalu kejam untuk dimaafkan,dan pastinya Tuhan membenci kita semua. Maka barang siapa yang mampu menanggungsatu hari lagi di neraka ini,layak dirayakan. Seperti menelan pil pahit,tanpa ada
aku ingin mencintaimu dengan sabardengan rasa yang kuberikan berkali kali tanpa hentidengan cinta yang tak kubiarkan matidengan raga yang kujaga untuk terus bersamamu aku ingin mencintaimu berulang kalidengan maaf yang
“Hai, bagaimana kabarmu?” Aku menulisnya. Menghapusnya. Menulis lagi.Sampai akhirnya aku sadar—tidak ada satu pun versi yang akan pernah benar-benar terkirim. Ada hal-hal yang tidak ditolak orang lain,karena kita sendiri sudah
Beberapa hari halusinasi terasa nyataDihinggapi terus menerusAku baru sadar sepertinya yang barusan itu benarAku baru sadar sepertinya yang tadi hanya halusinasi Bila hal yang barusan terbayang terjadiAku akan merasa gugupSeperti
Kita pernah serapat nadiSemasa durasi kala dipenggal jarakMembasuh rintihan setiap tetesan bulir beningMemeluk keluh kesahku sepanjang bukitMencium leburan luka memar seolah menyembuhkannyaSekedar menerka angan dera mendekapSaling mengetuk pesan dari Pulau
Artikel Lainnya
Sastra
Tips & Tutorial
Kategori Artikel
26 Posts
75 Posts
86 Posts
133 Posts
47 Posts
46 Posts








































