Artikel Terbaru

Sulung yang Lelah
Sastra

Sulung yang Lelah

Terpuruk di antara lembar kertasLangkahku tak lagi seirama duniaKantong mata menampung sisa malamMenyusuri hari tanpa arah Kopi tak lagi menolongTeh pun kehilangan hangatnya Di dada, angin berkecamukMengoyak sunyi sampai ke
Surat
Sastra

Surat

Kelopak mataku terbuka secara perlahan, Cahaya terang menusuk kornea mataku dari lampu yang tertuju kepadaku Aku terbangun, di ruangan sepi, dan hanya aku sendiri.Senyap, tenang, hanya suara mesin yang selalu
pusing pusing
Sastra

Kenangan

Oooo..PutarIngin terus berputar rasanya kepalaku Berpusing-pusingSeperti kata Puak Melayu BerotasiLayaknya bumiAgar iya seperti baru MenariSeperti SufiYang akan menyatuDengan Rindu Pada Tuhanmu SayangnyaHari ini hanya batin dan pikiranku yang berputarDi depan
69d8ef1bb76f5
Sastra

Sesajian Nikmat

Apa mau dikataBudaya kita adalah tersinggungSaling berebut kursi tahtaBersembunyi dibalik kata maaf setelah berpanggung Kisah kisah nelangsa terlintasBak kendaraan di daerah SimatupangPara pemuka itu cerdasNamun tak sadar dengan yang timpang