Artikel Terbaru

Sastra

Malam di Akhir Mei

Sebuah potret dari kamar yang terpencilMemberantaki pikirankuKamar tanpa salam yang ingin sekali ku ketuk,dan separas itulah malamSeperti tak mengenal kantukKantuk mengulur pagi yang selalu datang terlambatSebelum aku sampai disituHanya sebuah
Sastra

Merayakanmu

MerayakanmuKulakukan setiap hariKadang ada setiap minggu ku berikan tempat istimewa dalam waktuku, walau kita tidak pernah bertemuAda sebulan yang setiap kali aku menyebut namamu dalam doa teruntai,Ada satu hari dalam
Sastra

Demensia

Tag Tulisan: SajakGambar Tulisan:Isi Tulisan:Jika aku lupa,Kumohon perhatikan Jika aku lupa,Kumohon ingatkan, Jika aku lupa,Kumohon maafkan Jika aku lupa,Kumohon Kumohon,Jika aku lupa Aku,Tak sengaja ‘Kota hujan, 2025’