Tulisan Terbaru

6a7b1add04108
Sastra

Int(p)uisi: Perjalanan

Di kereta sebelumnya,Aku penumpang pasrah yangTak diberi istirahat. Dipaksa berdiri tegakSaat ia diguncang gemuruhLalu ditumpangiTanggung jawab,Tuntutan,Deadline, danRutinitas repititfHarian. Di kereta sekarang,Aku tak lagi bersaingDengan segala riuh pikukDirinya,Ia juga tak seberisikKereta
perayaan enam
Sastra

Perayaan Enam

Kereta melaju menembus kabut dini hariAir mata kering, meski bercampur bau keringatMengantar plasenta yang mengeringRuntuh sisakan memarDada semakin sesak dihimpit sunyi meleburJantung bertalu bagai radar sampaikan amaran Ternyata tak selamanya
default image
Sastra

Di Titik Itu

Aku yang tak sanggup menerima keadaan,Betapa menyedihkanKetiadaan senyummu. Jiwa bagai orang kelaparan,Namun tak lagi punya nafsu untuk hidup. Hilang rasa.Mati sudah harapan. Tak tahu arahUntuk kembali pulang. Aku mau bersamamu,Di
6a7b1007b6680
Sastra

Ranggut

Padahal sama-sama terbuat dari tanah,dan sama-sama akan menjadi tulang belulang juga,Matanya pincang Seakan-akan aku kerap dijadikan metafora—Tentang lemah,Tentang indah,Tentang godaan Seolah aku adalah simbol.Bukan manusia utuh dengan kehendakPerihal lekuk tubuh...Siapa