Tulisan Terbaru
Aku sudah mengambil fotomuAku ingin mengambil fotomuAku tak dapat melihatmuAku tak ingin mengingkari janjimu Cahaya menembus pelupuk matakuTak peduli dan terlelap dalam kelabuSekejap semua berubah, tiada yang tahuKu pergi kearah
Kau terlalu mutakhirKau membolak-balikkan.Tinta putihku di kertas hitam.Menjadi tinta hitam di kertas putih.Tak lagi ku menulis diatas kegelapan.Tapi ku tuturkan kegelapan menuju cahaya.Hingga mungkin nanti tak terbaca lagiTinta putih diatas
Di antara yang berbedaDunia bekerja dengan rata untuk yang bisa-bisa sajaBagaimana mereka yang berbeda?Bagaimana nasib mereka yang terlahir dengan kondisi unik dari Tuhan? Dunia terasa kejam, berisik, tidak ramah, dan
“Bagaimana caramu melawan sepi?”, tanyaku layaknya bocah. Seperti biasa, di hadapanmu segala kesoktahuanku luruh, siap mendengar apapun yang akan kau ucapkan. Engkau menghisap puntung rokokmu lebih dalam dari sebelumnya, tertawa
Pada waktu Zuhur,aku bersegera menuju rumah ibadahsetelah selesai menyantap rezeki siang hari. Tiada firasat buruk di dalam dada,sebab semua itu hanyalah rutinitasyang kulakukan semenjak aku mengenaljalan hidup yang diperintahkan-Nya. Maka
Aku melihatmu di setiap sudut di Taman Puring.Di lantai dua Family Mart, di jalan-jalan lengang Taman Langsat,di lirik lagu Sleep Well yang kudengar pukul dua dini hari,atau di cat air
Matamu menjamuSeolah mengucap selamat datang pada kehidupanAku hanya membalas anggukan menerima rencana semesta Tanda kehidupan bukan lagi sebuah detakkarena di lempar senyummuaku hampir matisebab jantung jadi lupa cara berdetakseolah semua
#1 Mark BerkataMark Manson (2018) berkata dalam bukunya Sebuah Seni Bersikap Bodo Amat, “Anda pasti memedulikan sesuatu.” Kalimat itu membuatku menyadari bahwa manusia memang ditakdirkan untuk peduli. Kita selalu memiliki
Karya Tulis Lainnya
Jurnalistik
Tips & Tutorial
Teknologi & Bisnis
Kategori Artikel
27 Posts
76 Posts
94 Posts
173 Posts
47 Posts
46 Posts

























