Tulisan Terbaru
malam ini bulan berkunjung ke matakudengan utuh bersama putihnyamembawa kuning yang menipismemutar ulang dongeng-dongeng purbakalatentang ramayanatentang dirinya yang pernah terbelah malam ini bulan menyapa Juli yang keringdingin: merayap ke tulang
Bagaimana jika pada akhirnya aku menjadi seniman amatir hingga tuaBagaimana jika yang tersisa dariku hanya jejak cat di ujung kuku, gema suara sisa pertunjukan teater pembacaan puisi, bau hujan pada
Mata tertutupLisan terbungkamBagaimana caranya peduliJika tidak pernah dilibatkan Hati mengerasJiwa mematungKaku, cenderungTapi dipaksa meraung Aneh, memaksa pegang kendaliTanganmu sebesar biji kemiriBerusaha menggenggam gunung merapi
sayup-sayup mata beranjak dari penatnya melihatia lekas membersihkan dosa yang melekat di jubah kebangganliur yang menagih janji dan mulut dengan mudah bersumpahdirinya yang menganggap benderang, bagaikan purnama dalam gelapnya malam
Kegelisahan datang lebih dulusebelum cinta sempat kupeluk.Ia tumbuh dari hari-hariyang memaksa manusia kuattanpa memberi ruang untuk rapuh. Cinta, di kota ini,sering diuji oleh keadaan:oleh jarak,oleh upah yang tak cukup,oleh waktu
Satu diksi yang terlintas malam ini adalah “Rumit”.Hidup dalam sebuah fase beranjak dewasa nyatanya sebuah permulaan yang rumit. Permulaan dalam proses menemukan diri sendiri, kau harus menemukan sayapmu dan belajar
Sore itu berbeda dari sore biasanya. Dafin, seorang mahasiswa baru yang baru dua bulan menginjakkan kaki di salah satu universitas tertua di Jakarta, kampus yang dijuluki kampus perjuangan, tengah duduk
Saya tumbuh mendewasa dengan “trauma” SMS Mama Minta Pulsa. Dari sinilah kecurigaan terhadap dunia digital menebal. Sebuah dunia yang memungkinkan hadiah mobil mewah datang melalui SMS tengah malam. Bahkan dari
Karya Tulis Lainnya
Jurnalistik
Tips & Tutorial
Teknologi & Bisnis
Kategori Artikel
28 Posts
76 Posts
98 Posts
202 Posts
48 Posts
46 Posts
























