Tulisan Terbaru
Sore yang teramat lucuSebab ayam dan nasi itu sungguh terlihat malu-maluBersama puan yang bersembunyi dibalik pintuLantas kudapati seutas senyumTerpandang menawan lagi membelengguLantas aku berkhayal"Aku ingin terbelenggu olehmu, padamu"Masa itu pun
Di antara puing-puing reruntuhanAku terdiam. Tubuhku nyala terakhirDari seluruh yang padam.Kakiku seolah tumbuh akar pohonDan mencekam tanah dengan kuat.Sembari kuratapi kota yang hancurSetelah kekacauan tahun lalu.-Tak ada sesiapa, hanya aku.
Berdansa pada pilihan yang itu-itu sajaMemanggil maaf setelahnyaKau pujaTerbujur kaku di ubin dingin yang mengutuk Dilematis peran yang berperang atas laparKenyang; mengantuk adalah kewajiban dilupakanTerlelap pukul 8 pagiWaktunya absen pulang
Merah putih kelabu nan biruMeletusBicaralahDor dor dor Orang lapar akan nurutOrang bodoh tidak akan menuntut Bolehkah kita romantis disaat krisis?Menyemai bunga pada bahan pokok yang tumbuhMemupuk dana pelicin tiap RabuSajak
Kamu Kamu ingin aku cintai dengan sederhana seperti puisi Sapardi?Atau kamu ingin aku cintai dengan membabi buta bagaikan laki-laki yang kepalang berahi kepada wanitanya? Maaf.Aku tidak bisa kedua-duanya.Karena aku ingin
(huuu, huuu huuu, huuuuuuuu) Dua insan yang tak mungkin bersatuBerbeda alam, berbeda karakterBegitu pula cara hidup hingga berpikirMungkinkah kisah mereka abadi? Makhluk bersayap yang pintar dan bijaksanaDan mamalia berkelompok namun
Buatmu Pirang yang Tak Berubah. Sepuluh jari tangan yang kupunya,delapan di antaranya kututup dengan keraguan.Tanpa sandaran sisi kanan-kiri, coba bertahan dari jengah pukulan.Dua sisa jari tengah lantang tetap berdiri tanpa
Merakit Telinga dari Bola Mata Lengan kita menjulur & memeluk dari bola mata Kita jumpai malam itu, matahari yang sudah tiada enggan menyapaku Pada
Karya Tulis Lainnya
Tips & Tutorial
Teknologi & Bisnis
Kategori Artikel
28 Posts
77 Posts
104 Posts
277 Posts
48 Posts
46 Posts

























