Artikel Populer
Artikel Terbaru
Kelopak seketika terbuka shubuh tadi, sesak menghimpitRindu sendu mengharu kalbuTernyata mimpi kiasSerupa nyata Lisan terucap sangat terang" Papah, ngangge kemeja kotak-kotak anu mananya?Beda ningali neng perform"Sembari kemeja kotak-kotak itu diangkatnya
Pada malam yang perlahan berganti pagi, aku terdiam. Pikiranku penuh tentangmu, tentang bagaimana dunia mengantarmu pada titik terakhir. Kemudian aku bergumam, mengutuk dunia. Mengapa harus kamu?Lantas mengapa jika desa atau
Entah ratusan kali berapa orang lain kuutamakan dan aku, kutinggalkan.Terjadi berulang-ulang, sejak ibu memaksa mengurus adik-adik yang jaraknya tak lebih dari usia ikan cupang. Bapak hampir tak nampak di siang
Kau kira aku ini apa?Jadi yang bagaimanaSampai harus terus mengadu pada Sang PenciptaBetapa cinta tak punya tenaga untuk bersuara Sahut bersahutan di antara aamiin yang tak terjedaNamamu menghiasi dinding-dinding harapankuMengikis
Sore itu kulewati kaca setengah lingkaranPikiranku terperosok pada memori beliaKita saling canggung,Kita saling tatap,Kita saling membelah kasihDialog mesra membawa musim semi Secangkir cokelat hangat menjadi pembuka nostalgiaBergelora menolak padamSerupa kuncup
Tuhan, entah bagaimana lagi aku harus bertahan hidup,langkahku goyah di atas ketakutan yang tak berwujud, aku menggenggam sisa berani yang hampir luruh, sambil bertanya, masih adakah arah untukku? Aku hanya
Gadis berambut merah terduduk di sudut kamar. Akhir-akhir ini, tumpukan letih melukis pesona wajahnya. Setelah selesai bekerja seharian ia bergegas untuk pulang, melakukan ritualnya setiap hari agar tetap mampu mewaraskan
aku ingin tenang,tapi tenang itu apa? katanya…tenang sering didoakanuntuk sesuatu yang sudah selesai,yang tak lagi berjuang. lalu aku bertanya,tenang yang ku mauharuskah se-sepi itu? aku hanya ingin seperti di tepian
Artikel Lainnya
Sastra
Tips & Tutorial
Kategori Artikel
26 Posts
73 Posts
83 Posts
102 Posts
47 Posts
46 Posts








































