Artikel Populer
Artikel Terbaru
Beneath his heart,a hunger grows.not to survive,but to feel alive. He walksbetween two realms:the one within,and the one that refuses to understand it. The cosmos does not answer.It only rearranges
Kuanggap cinta kini rasanya keruhSetelah pesan singkat yang kubaca setengah sadarMalam itu, ingin marah bergemuruhBadai menyapa terus, bergantian. hingga tertampar oleh cuplikan radar Episode yang kukira happy endingTak disangka akhirnya
Mandala Kata-KataAku berhenti sejenak, pejamkan mataBerdialektika di dalam kalbuSambil, menyerahkan diriKe bantalan rima, diksi dan puisi Kubiarkan kreatifitas terbang bebasSeperti Sehabis giting dengan daun suciYang tumbuh di dada, bukan tanahMelayang,
Hai, aku kembali dengan cerita baru, dengan cerita yang nggak kalah menarik dari kemarin—“mungkin”, haha. Ah, sudahlah. Sulit sekali untukku mengutarakan sebuah perasaan, bukan sebuah ketertarikan, melainkan rasa sakit yang
“Ting!” Bunyi ponsel Amara yang menandakan adanya pesan masuk. Amara menekan ujung rokok yang hampir habis ke dalam asbak, menghasilkan suara kecil saat bara api yang memudar menyentuh permukaan kaca.
"Aku yang Menyebutmu dalam Diam" Aku tidak pernah benar benar memanggilmu,tapi entah kenapa namamu selalu menemukan jalannya di kepalaku yang terlalu riuh. Kita tidak punya apa-apa,bahkan mungkin tak pernah memulai,tapi
Terpuruk di antara lembar kertasLangkahku tak lagi seirama duniaKantong mata menampung sisa malamMenyusuri hari tanpa arah Kopi tak lagi menolongTeh pun kehilangan hangatnya Di dada, angin berkecamukMengoyak sunyi sampai ke
Kelopak mataku terbuka secara perlahan, Cahaya terang menusuk kornea mataku dari lampu yang tertuju kepadaku Aku terbangun, di ruangan sepi, dan hanya aku sendiri.Senyap, tenang, hanya suara mesin yang selalu
Artikel Lainnya
Sastra
Tips & Tutorial
Kategori Artikel
26 Posts
71 Posts
82 Posts
60 Posts
46 Posts
46 Posts








































