Artikel Terbaru

gadis berambut merah
Sastra

Gadis Berambut Merah

Gadis berambut merah terduduk di sudut kamar. Akhir-akhir ini, tumpukan letih melukis pesona wajahnya. Setelah selesai bekerja seharian ia bergegas untuk pulang, melakukan ritualnya setiap hari agar tetap mampu mewaraskan
mager
Sastra

Mager

Aku mencintai kemalasandengan segenap “mager” yang biasa Berasa pupus dari jangkauanSiap-siap pada hitungan jari aku mencari kambing hitamDi antara penyedia, penyewa atau pemilik Mengupayakan mimpi nyamanpada setiap jam tidurBangun pada
bunga sedap malam di dewata
Sastra

Bunga Sedap Malam di Dewata

Rumit menjadi sahabat setia kiniEntah darimana lagi harus kuyakinkanBahwa,Desir panah itu memang tak sampai ke busurnyaSenja tak lagi menghadirkan keindahan soreGemintang menahan suaranyaRiuh tapi sunyi Ilalang-ilalang bergantianTumbuh disela sela keraguanSemakin
image
Sastra

Menurun Jadi Dagingku

Dan,lagi,Ia menawar peluknya. Kembali pada dekapnya,hingga,gusarku tak lagi bersasar,pada ragu yang kupunya. Karena,sudah habis,ditepis-lalu terbakar oleh doa-nya. Bu,Lagi.Maafkan aku kini—sebab,meragukan tangguhmu yang menurun jadi dagingku. Maaf pula,untuk yang akan datang
tiga kata
Sastra

Tiga Kata

“Aku sayang kamu”Kata-kata yang sering diucapkan bagi orang yang punya rasaKalimat yang bisa membuat tenang bagi yang mendengarnyaTerkadang juga dapat merasa geli dibuat olehnya “Aku sayang kamu”Ah rasanya sudah lama