Artikel Populer
Artikel Terbaru
"Kalau libur, ya pulang saja" kalimat Bapak, membuka percakapan kami. 131 km jaraknya, 2,5 jam waktunya, tergantung moda apa yang kupakai untuk menempuhnya. Rumah, masih terdefinisi dua manusia mulia itu.
Entah berapa purnama lagiHarus dilalui nyanyian sepiSetiap ruang itu kubuka dengan hati hatiKubiarkan angin menyapanya dengan lembutMerasakan setiap sentuhan yang fana Lagi lagi terulangHanya hinggap lalu pergiHilang arah panah yang
Setiap Ramadan, kehidupan sosial terasa bergerak lebih cepat. Grup percakapan kembali aktif, undangan berdatangan dan kalender mendadak penuh oleh agenda berbuka bersama. Apakah Ramadan sekarang hanya jadi musim kumpul, konsumsi
Buku yang lama tersimpanSampul berganti dengan kerajinan yang baruTulisan di dalamnya merasuk pikiranWaktu pun berkata jangan terlena pada haru Selama apa tersimpannya buku ituBuku yang selalu mengingatkan panca indera muSelalu
Ia mencintainya dengan cara yang pelan-pelan membunuhnya. Namanya Dara, dan ketika ia menyebut nama Arga, suaranya selalu sedikit bergetar. Seperti ada sesuatu dalam dirinya yang tahu, nama itu tak seharusnya
Terlepas dari ilmu, sastra begitu indahNilai kebajikan dan kejahatan menjadi bagian yang setaraBergantung pada letak kehidupan yang beruntungPembeda bagi mereka yang bercahaya karenanya Manusia mewariskan budaya dan rupamerah gagah, putih
Hai Jassia Aku dari tanah suci Mekkah pada jam 5.30 pagi duduk termangu di dalam bisku Aku duduk di tengah pada barisan paling belakang hadapanku adalah lorong jalan dari depan
Aku menyayangimu Aku merindukanmu Namun laut melampaui rasa yang kumiliki untukmu Itu sebabnya laut menjemputmu Laut mengambil senyummu jiwamu, ragamu, semua milikmu dari rengkuhku Jika saja aku jauh lebih mampu
Artikel Lainnya
Tips & Tutorial
Kategori Artikel
24 Posts
68 Posts
78 Posts
15 Posts
46 Posts
46 Posts







































