pada siapa kamu melepas tangis? diriku.juga pada motor atau mobil yang kukendarai.juga pada dinding kamar yang berantakan.juga pada bilik toilet kantor.juga pada turun hujan.pada diriku sendiri. mulanya satu, dua, tiga-hingga
Ria Irmalinda
Adakah getirnya hidup kau rasa, ohโTuan dan Nona? Raih tanganku, bersama kita teguk secangkir ironi, menjadikannya karya untuk tetap abadi.
6 karya tulis dari Ria:
airmataku kau seka, sedang tanganmu aku genggam setiap takut tiba.kita akan tertawa, bahagia, mencinta-seterusnya sampai dunia pada ujungnya. gerbang menuju sukacitaโselamanya terbuka, menyambut aku, kamu; yang menjadi kita akan selalu
Pada malam yang perlahan berganti pagi, aku terdiam. Pikiranku penuh tentangmu, tentang bagaimana dunia mengantarmu pada titik terakhir. Kemudian aku bergumam, mengutuk dunia. Mengapa harus kamu?Lantas mengapa jika desa atau
๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฑ๐ข ๐ซ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข๐ญ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ข๐ฑ๐ข๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ฆ๐ธ๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ณ ๐จ๐ช๐ญ๐ข Satu sesapan. Hingga menjalar pada sesap lainnya aku rasakan pada rongga kerongkongan lalu menuju indra penciuman
Ibu...Mungkin Ibu kecewa, kala Ibu dapati sebuah bungkus rokok yang tak absen berada pada tas kerja milikku setelah Ibu ingatkan aku untuk berhenti menyentuhnya. Berhenti menyentuhnya lagi setelah kusampaikan kabar
Aku menyayangimu Aku merindukanmu Namun laut melampaui rasa yang kumiliki untukmu Itu sebabnya laut menjemputmu Laut mengambil senyummu jiwamu, ragamu, semua milikmu dari rengkuhku Jika saja aku jauh lebih mampu





