Sastra

6a2b752c5ce7d e1781521054265

Ketakutan Yang Terpendam

Jariku melahap hal yang sia-sia di jalur timeline, aku menjadi orang yang tidak bisa berpikir sebagai manusia.Minggu ini khalayak dikagetkan, ada juri yang sangat bebal.Cerdas cermat yang beredar di media
6a2afa01711fd

Hehe, Layak kok

Aku ingin menjadi nasiPadahal tubuh kering kerontang dimakan absen pagi dan lembur Tapi menjadi 4 sehat dan 5 kewajiban sholat terus dituntutMembaca, menulis, merangkum omongan sebelah rumahmu "Jadi apa? Jadi
6a2aa838525cd

Sayur Lodeh

Terdengar seperti kepemilikan,terasa seperti cinta.Ini memang suguhan makanan.dengan beberapa sayur,dan ada tempe yang jadi nilai lebih. Memang santapan,malam itu dikemas dengan tahu gorengdan telor kuah kecap.Yang kusantap dengan lahap,Bersama dengan

Tulisan yang Tak Terbaca

Ah, Sial! Ada seseorang yang membuatku belajar menulis.Ironisnya, pelajaran itu baru benar-benar dimulai setelah ia tak lagi ada di kelas. Sejak itu aku menulis banyak hal.Katanya menulis bisa menyembuhkan.Entahlah. Sudah
tiba tiba

Tiba-Tiba

Kedipan mata menghindari sinar;Dalam helm, kudengar petikan senar.Putar setir, gas memenuhi pajak,pijak harta kota berlabel adu tahta. Kepulan gosip mengiringi putaran roda;adu nasib sudah tak terbendung, tinggalkan noda. Tangan satpam
adiku emosi

Adiku Emosi

Memang ibu-bapak tak sempurna.Ibu melahirkan, bapak mencari pakan,tanpa hiraukan apa pun di depan.Mereka berjuang untuk menjadikan kita orang mapan dan rupawan. Memang aku pertama dalam kandungan.Tidak butuh waktu lama, cara
Sketsa ekspresif perempuan duduk merunduk dengan lutut ditekuk dipeluk ke dada postur tertutup dan sopan mengenakan pakaian tertutup gaya line art dengan goresan tegas ekspresi menunjukkan kelelahan e

Mengais Kasih Tuna Asmara

Langkah-langkah itu menjadi lariBerlarian menggenggam harap"Kau buta? tuli? Jangan bandel kalau diberi tahu"Pekik suara di gendang telinga, bertalu-talu berkali-kali Langkah-langkah itu menjadi lariBerlarian memaksa diri"Potongan hatimu jatuh menyungkur sepanjang jalur,
Siluet seseorang dari belakang duduk atau berbaring menghadap layar TV besar yang menyala di ruangan gelap cahaya layar menerangi ruangan suasana malam yang tenang komposisi sinematik nuansa moody den

Lelah

Lelah bernafas, Lelah terhadap hidupLelah pokoknya lelah Sudah kubaringkan tubuh pada kasurTerlelap, Tidur, jam 10 malamNamun di pagi hari, aku masih lelah Sudah kumakan nasi dengan daging, telur, sampai dengan
Dua siluet duduk berdampingan menghadap cahaya lembut senja suasana tenang dan intim nuansa hangat oranye keemasan komposisi minimalis yang menyampaikan kehadiran dan kebersamaan

Aku Masih Di Sini

Aku masih mau di siniMemandang wajah indah muMendengar keluh kesahmuSerta bertanggung jawab akan pelikmu. Aku masih di sini.Berjanji nanti, kita temukan artiAkan hidup ini yang juga kita benci. Aku masih