"Bermekarlah dimanapun kamu berada" katanya.Wahai kesayangan, apakah tidak kamu ketahui? Engkaulah akar dari semua mekarku Sunggu kamu menjadi sebuah sebab; Diriku bermekaran
Sastra
Aku mengetuk rumah sahabatku. Mereka menyambut diriku dengan wajah terpampang dalam bingkai. Dia bertanya, "ada apa sahabatku". Aku berkata "tidak apa apa, sahabat". Hati berkecamuk melihat intimidasi dalam bingkai. Seakan
maaf atas sedikitnya waktukumaaf atas peluang yang tak kuambilmaaf atas kecewa yang kalian terimamaaf atas keras kepala inimaaf atas keputusan yang kurang bijakdan maaf atas kelalaian dalam berperan terlebih lagi
telah kuturutkan amarah di dadaku –– yang bocor; ditikam sebilah sepisaat kutemukan bibirmu yang sangsimendenguskan kepalsuan aku menggelepar di lorong kelamterkungkung dan terengah-engah : mencari sejengkal mimpiyang dilumat jarum jam ketika
Candu Sengsara telah kuteguk habis ludah sendirisaat bibirku basah oleh air matadi kedua kelopak mata lelahmudan lehermu lembap oleh peluhku. malam di Jogja selalu melankolisbagi pelancong pemburu kenangan.tetapi tidak bagiku
Rasaku seakan rekahPukah tak ada asaLesap dalam lakunaKala tak lagi sanggup bersuaDengannya yang tak begitu menyukai untaian kata Di batas cakrawala pada kulminasi asaDalam atma yang kau berikan ronaWalau daksaku
Gemuruh pagi hari, tangan kuras tenaga dari baju bergelantungan.Cat tembok tidak pernah bosan menemani siulan.Kadang hari ini lebih suntuk untuk memulai mengaduk penutup aurat.Satu dari tujuh, aku lupa memilah bagian
Malam iniMalam ini kurasa sudah cukupSudah cukup bersenang-senangsudah cukup bergelut dengan pikiran sendirisudah cukup mematikan akal dan rasionalitas demi sebuah perasaan yang tak pernah benar-benar memberi kepastian tapi apa jawabannya?Rupanya,
I watched all the lovey dovey couples on the internetThe advice, struggles, loves & falling out of loves, heartbreaks, let-go, and so onI watched it over and over againTo finally
A king should never sit easyFor no dynasties reign for posterityThere is weight in every decreeA royal presence is for all to see This is a throne of swordsA stern
Telah menyadari bahwa terkadang aku adalah kekasih jahatAku tahu siapa di antara kita berdua yang paling mencintaYA, Aku tapi kurasa aku juga yang menjadi pedang Menciptakan darah, yang berceceran kepada
2 tahun lalu, saat aku terpenjara oleh cinta besar²an mu, oh sayang.. sungguh rindu baru bertamu baru-baru ini, aku merindukanmu
Artikel Lainnya










