Jariku melahap hal yang sia-sia di jalur timeline, aku menjadi orang yang tidak bisa berpikir sebagai manusia.Minggu ini khalayak dikagetkan, ada juri yang sangat bebal.Cerdas cermat yang beredar di media
Sastra
Aku ingin menjadi nasiPadahal tubuh kering kerontang dimakan absen pagi dan lembur Tapi menjadi 4 sehat dan 5 kewajiban sholat terus dituntutMembaca, menulis, merangkum omongan sebelah rumahmu "Jadi apa? Jadi
Terdengar seperti kepemilikan,terasa seperti cinta.Ini memang suguhan makanan.dengan beberapa sayur,dan ada tempe yang jadi nilai lebih. Memang santapan,malam itu dikemas dengan tahu gorengdan telor kuah kecap.Yang kusantap dengan lahap,Bersama dengan
Aku rasa suaranya sudah mengalihkan sebuah duniaJika saja ada waktu, aku mau ituSebatas mengulang dan mengucap tentang satu detik setelah menatapmu Aku dibuat kalang kabutIni rasa yang asing, tidak selalu
Ah, Sial! Ada seseorang yang membuatku belajar menulis.Ironisnya, pelajaran itu baru benar-benar dimulai setelah ia tak lagi ada di kelas. Sejak itu aku menulis banyak hal.Katanya menulis bisa menyembuhkan.Entahlah. Sudah
Kedipan mata menghindari sinar;Dalam helm, kudengar petikan senar.Putar setir, gas memenuhi pajak,pijak harta kota berlabel adu tahta. Kepulan gosip mengiringi putaran roda;adu nasib sudah tak terbendung, tinggalkan noda. Tangan satpam
Memang ibu-bapak tak sempurna.Ibu melahirkan, bapak mencari pakan,tanpa hiraukan apa pun di depan.Mereka berjuang untuk menjadikan kita orang mapan dan rupawan. Memang aku pertama dalam kandungan.Tidak butuh waktu lama, cara
Langkah-langkah itu menjadi lariBerlarian menggenggam harap"Kau buta? tuli? Jangan bandel kalau diberi tahu"Pekik suara di gendang telinga, bertalu-talu berkali-kali Langkah-langkah itu menjadi lariBerlarian memaksa diri"Potongan hatimu jatuh menyungkur sepanjang jalur,
Lelah bernafas, Lelah terhadap hidupLelah pokoknya lelah Sudah kubaringkan tubuh pada kasurTerlelap, Tidur, jam 10 malamNamun di pagi hari, aku masih lelah Sudah kumakan nasi dengan daging, telur, sampai dengan
Hitam adalah ruang untuk merenungHitam adalah pelukan malam yang jujurHitam adalah kedukaan tiada ujungHitam adalah aba-aba yang bisuHitam adalah sahabat setia pengilang dayaHitam adalah kekuatan paling megahHitam adalah permulaan kehancuran?
Aku masih mau di siniMemandang wajah indah muMendengar keluh kesahmuSerta bertanggung jawab akan pelikmu. Aku masih di sini.Berjanji nanti, kita temukan artiAkan hidup ini yang juga kita benci. Aku masih
Kalau suatu hari nanti aku dipaksa tuhan menikah, dan kamu adalah jodohku. Ini yang akan aku lakukan sebagai suami yang baik.Selesai proses lamaran, aku akan bacakan sebuah puisi di hadapan
Artikel Lainnya











