Apa mau dikataBudaya kita adalah tersinggungSaling berebut kursi tahtaBersembunyi dibalik kata maaf setelah berpanggung Kisah kisah nelangsa terlintasBak kendaraan di daerah SimatupangPara pemuka itu cerdasNamun tak sadar dengan yang timpang
Baharian
Bahari merupakan nama panggilan dengan memiliki pengalaman tinggal menetap di Jawa Timur dan Jawa Barat karena mengikuti tugas sang Ayah. Saya sangat menyukai kegiatan sosial yang bisa membantu bersama-sama pada saudara yang membutuhkan. Saya memiliki keinginan untuk menjadi seorang yang bisa berbuat lebih banyak membantu orang lain dari hari ke hari.
5 karya tulis dari Baharian:
Aku mengetuk sebuah pintudari tempat yang jauh kutempuh,melewati musim demi musim,mengumpulkan jejak dan cerita yang tak mudah ditulis ulang. Pintu itu besar,terbuat dari kayu jati tua,diukir rapi dengan cinta,dari pohon
Tak usah bersedih terlalu larut, meski aku tahusedihmu tak pernah benar-benar hilang.Saudaraku, kawanku bara itu masih ada, meski tinggal secuil,meski cahayanya hanya sanggup bergetardi bawah rembulan yang ikut turut iba
Buku yang lama tersimpanSampul berganti dengan kerajinan yang baruTulisan di dalamnya merasuk pikiranWaktu pun berkata jangan terlena pada haru Selama apa tersimpannya buku ituBuku yang selalu mengingatkan panca indera muSelalu
Aku menepi di sudut sunyi sebuah ruanganlalu kau datang bertanya luguseperti anak kecil yang haus tahutentang dunia, tentang aku Waktu itu, aku hampatatapan kosong tanpa arahnamun hadirmu, sekilas sajamembuatku merasa




