Kelak aku akan menziarahi tubuhku,saat dunia benar-benar kelabu.Tak ada lagi angan di genggaman tangan,hasrat luruh satu per satu,menghantar denyut nadi menuju pemberhentian terakhir. Ketika terasa semua sudah cukup,daya juang yang
Rin
Aku perempuan dan juga manusia. Kadang aku menulis karena ada yang ingin pulang, tapi tak tahu ke mana. Jadi aku titipkan semuanya di kata-kata; pelan, jujur, apa adanya.
5 karya tulis dari Rin:
Degup dadaku selalu cepatIramanya tak pernah enak didengarBerlari liar mengejar waktuSebab dipacu ibu sedari dini Aku bahkan baru mengenal jedaSejak melepas tumpuandari ibu yang tak pernah mengajakku mengenal diriSebab Tuhan
Emosiku menjelma bom waktuBerlipat gandaLepas kendali pagi tadiMeledak, meletup-letup Aku seperti terkunciTersungkur sendiriDalam dadaku yang tak seberapa besarnyaTertunduk diam menyaksikan emosiku,mengambil alih otoritas tubuh Sekujur tubuhku memanasBom itu benar-benar adaMengeluarkan
Aku tertatihDi antara tanya, mengenai siapa aku.Bersama harapan digenggaman tangan,Menetes sedikit-sedikit. Rasanya kosong.Aneh.Bosan.Bosan.Bo-san. Perasaan yang begitu asingMenarik-narikkuKe dalam lamunan hampa. Bukankah esok usiaku berkurang? Apakah waktuku hampir habis?Apa aku boleh
Entah ratusan kali berapa orang lain kuutamakan dan aku, kutinggalkan.Terjadi berulang-ulang, sejak ibu memaksa mengurus adik-adik yang jaraknya tak lebih dari usia ikan cupang. Bapak hampir tak nampak di siang




