Sudah ku usahakan,Sekuat tenaga...Walaupun belum,Selesai sempurna. Kali ini perlu usaha,Yang lebih dari biasa...Sudah cukup lama aku disini.Meringkuk, dan berusaha. Aneh, BAB ini.Mau berapa bab.Untuk bisa lega.
Djune
Pengapresiasi segala bentuk seni. Sebagai media ekspresi
8 karya tulis dari Djune:
Mata tertutupLisan terbungkamBagaimana caranya peduliJika tidak pernah dilibatkan Hati mengerasJiwa mematungKaku, cenderungTapi dipaksa meraung Aneh, memaksa pegang kendaliTanganmu sebesar biji kemiriBerusaha menggenggam gunung merapi
Mahirnya, wanita satu ini.Mengolah makhluk berkaki empat.Yang didapat dari kerabat.Menjadi hidangan yang begitu hebat.. Padahal.... Seumur hidup dia.Tak pernah disajikan di piring makannya.Perkara induknya,tidak mengindahkannya.. Diracik dengan kentang dan wortel,kematangan
Jarum panjang dan pendekMenuju titik yang sama.Perjalanan waktu menuju pagi.Saat distorsi dunia terpadamkan. Isi kepala,Merobek tengkorak belakangMerayap keluar,Berteriak "DENGARKAN AKU!". "Apa yang sebenarnya kau cari?"Ujarnya,Mengguncang eksistensi.Memicu pergulatan dengan isi hati.
Kau terlalu mutakhirKau membolak-balikkan.Tinta putihku di kertas hitam.Menjadi tinta hitam di kertas putih.Tak lagi ku menulis diatas kegelapan.Tapi ku tuturkan kegelapan menuju cahaya.Hingga mungkin nanti tak terbaca lagiTinta putih diatas
Salamku kepada udara,Yang masuk ke dalam tubuhkuMembawa aliran darahkuMenuju ke kepala.Bawalah pesan positif kepadanyaUntuk tetap tegas, tegar dan bersahaja.Dirimu memang bukan yang terbaik dan terkuat.Tapi dirimu cukup kuat untuk bertahan
Terdengar seperti kepemilikan,terasa seperti cinta.Ini memang suguhan makanan.dengan beberapa sayur,dan ada tempe yang jadi nilai lebih. Memang santapan,malam itu dikemas dengan tahu gorengdan telor kuah kecap.Yang kusantap dengan lahap,Bersama dengan
Aku masih mau di siniMemandang wajah indah muMendengar keluh kesahmuSerta bertanggung jawab akan pelikmu. Aku masih di sini.Berjanji nanti, kita temukan artiAkan hidup ini yang juga kita benci. Aku masih







