Lantunan tetes air memenuhi wajan.
Lah, Tuan tinggal tunggu cair, tidak membersihkan wajah?
Lautan bersih membiru pasti jauh dari sampah.
Lampirkan peruh jatuh tubir membelah parah.
Lanjut hingga titik takdir sampai tingkat perunggu.
Lakukan eksekusi liang satir ke tingkat atas, perlu tongkat tapi menunggu.
Lekukan terakhir perlu dukungan ormas, jadi lebih santai sambil peregangan otot kaku
Lambaian bertukar dengan ayunan terus berputar seperti tawa kelabu
Lambatkan aturan lebih penting dari rem blong tersulut residu.
Lahir dari Keterpaksaan
Shares: