Sastra

Merpati dalam Sangkar

Berang berulang di poros serupa
Menggulung besi berkarat tak bergema
Gulana menetap di pojok jendela
Kebingungan menyimpan telapak saat merona

Tubuh menggigil kedinginan di Persimpangan
Menyaksikan kepala-kepala tertawa
Sembari bernyanyi nyaring bermelodi
Tersadar dalam sekejap dia menghilang tanpa rambu

Terlalu cepat menaruh rasa
Terlalu cepat pula bertemu kegundahan
Seperti merpati dalam sangkar
Sulit menagih tenang di antara merapi

Seandainya ku tak memilih hanyut dalam dinding rindu
Seandainya ku tak mendaki terjalnya akar yang menguap
Seandainya ku tak bersandar pada lentera fana
Kalbu ini akan tetap utuh dan mewangi
Berpura-pura iba padahal pandai menyayat

Takkan tergiur lagi manisnya janji di hari minggu
Takkan mudah lagi dicium roman yang palsu
Takkan melunak lagi ketika manis dipuja

Aku tak lihai menari saat berkhayal
Biar kuresapi sampai debur luka lara
Biar kutelan hingga terjaga
Biar membusuk setakat ranting desember

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *