Sastra

Barangkali Tak Ada yang Keliru

Bagaimana jika pada akhirnya aku menjadi seniman amatir hingga tua
Bagaimana jika yang tersisa dariku hanya jejak cat di ujung kuku, gema suara sisa pertunjukan teater pembacaan puisi, bau hujan pada lembar-lembar sketsa, serta beberapa sajak yang dibaca angin lebih sering daripada manusia.

Barangkali selama ini aku keliru mengira bahwa makna harus berwujud pengakuan, padahal bintang-bintang yang mati berjuta tahun lalu masih mengirimkan cahaya tanpa mengetahui siapa yang menatapnya.

Dan ketika tanganku gemetar, ketika warna-warna mulai sulit kubedakan, aku ingin tetap percaya:

Sebab mungkin kebijaksanaan terakhir seorang seniman bukanlah menjadi besar, melainkan memahami bahwa keindahan tidak pernah membutuhkan penonton untuk tetap menjadi indah.

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *