Terpuruk di antara lembar kertasLangkahku tak lagi seirama duniaKantong mata menampung sisa malamMenyusuri hari tanpa arah Kopi tak lagi menolongTeh pun kehilangan hangatnya Di dada, angin berkecamukMengoyak sunyi sampai ke
Pengembala sajak. Asooy.
