Puisi

6a01800f23706

Kemeja Kotak-Kotak

Kelopak seketika terbuka shubuh tadi, sesak menghimpitRindu sendu mengharu kalbuTernyata mimpi kiasSerupa nyata Lisan terucap sangat terang" Papah, ngangge kemeja kotak-kotak anu mananya?Beda ningali neng perform"Sembari kemeja kotak-kotak itu diangkatnya
aku yang tersisa

Aku; Yang Tersisa

Entah ratusan kali berapa orang lain kuutamakan dan aku, kutinggalkan.Terjadi berulang-ulang, sejak ibu memaksa mengurus adik-adik yang jaraknya tak lebih dari usia ikan cupang. Bapak hampir tak nampak di siang
tangan yang meminta

Tangan yang Meminta

Kau kira aku ini apa?Jadi yang bagaimanaSampai harus terus mengadu pada Sang PenciptaBetapa cinta tak punya tenaga untuk bersuara Sahut bersahutan di antara aamiin yang tak terjedaNamamu menghiasi dinding-dinding harapankuMengikis
secangkir cokelat hangat

Secangkir Cokelat Hangat

Sore itu kulewati kaca setengah lingkaranPikiranku terperosok pada memori beliaKita saling canggung,Kita saling tatap,Kita saling membelah kasihDialog mesra membawa musim semi Secangkir cokelat hangat menjadi pembuka nostalgiaBergelora menolak padamSerupa kuncup
laut dan tenangnya

Laut dan Tenangnya

aku ingin tenang,tapi tenang itu apa? katanya…tenang sering didoakanuntuk sesuatu yang sudah selesai,yang tak lagi berjuang. lalu aku bertanya,tenang yang ku mauharuskah se-sepi itu? aku hanya ingin seperti di tepian
mager

Mager

Aku mencintai kemalasandengan segenap “mager” yang biasa Berasa pupus dari jangkauanSiap-siap pada hitungan jari aku mencari kambing hitamDi antara penyedia, penyewa atau pemilik Mengupayakan mimpi nyamanpada setiap jam tidurBangun pada
bunga sedap malam di dewata

Bunga Sedap Malam di Dewata

Rumit menjadi sahabat setia kiniEntah darimana lagi harus kuyakinkanBahwa,Desir panah itu memang tak sampai ke busurnyaSenja tak lagi menghadirkan keindahan soreGemintang menahan suaranyaRiuh tapi sunyi Ilalang-ilalang bergantianTumbuh disela sela keraguanSemakin

Menurun Jadi Dagingku

Dan,lagi,Ia menawar peluknya. Kembali pada dekapnya,hingga,gusarku tak lagi bersasar,pada ragu yang kupunya. Karena,sudah habis,ditepis-lalu terbakar oleh doa-nya. Bu,Lagi.Maafkan aku kini—sebab,meragukan tangguhmu yang menurun jadi dagingku. Maaf pula,untuk yang akan datang
tiga kata

Tiga Kata

“Aku sayang kamu”Kata-kata yang sering diucapkan bagi orang yang punya rasaKalimat yang bisa membuat tenang bagi yang mendengarnyaTerkadang juga dapat merasa geli dibuat olehnya “Aku sayang kamu”Ah rasanya sudah lama