Puisi

6a7a19459a04f

Rem

Tidak, aku tidak ugal-ugalan. Aku hanya akan meniru gerakan kecilmu, Meniru suaramu,Meniru gaya bicaramu,Melakukan hal yang kamu sukai,Mengulang setiap perkataan yang membuatmu jengkel sampai pipimu merona, Aku berdoa supaya kamu
6a798e8c095fa

26 Sudah Lewat

Entah sudah berapa film yang kutonton sendiri di bioskopEntah sudah berapa kali mencoba bicaraSoal hati bagai tak ada celah tuk dipahamiHanya bisa menerka-nerkaHanya bisa berharaptapi terkadang harap itu yang menyulitkan
Fotografi editorial hangat dan puitis untuk ilustrasi artikel puisi bertema Aku Melihatmu sosok seseorang dilihat dari samping atau belakang berdiri tenang di dekat jendela atau di lorong yang sepi c

Melihatmu

Aku MelihatmuAku melihat lukayang kau bungkus rapidan kau hiasi dengan tawa itu. Aku melihatmu berjalan di dalam bimbang.Walau perlahan, kau tetap tenang.Tetap melangkah,Meski sebenarnya kau lelah. Aku melihatmu. Bagaimana kau
Fotografi editorial moody untuk ilustrasi artikel puisi bertema setelah tengah malam suasana kamar atau ruangan yang sunyi larut malam cahaya bulan redup masuk dari jendela bayangan panjang di dinding e1786443780899

Setelah Tengah Malam

Malam datangdan pikiran-pikiran liarMerebut tubuh yang telah kehabisan tenaga. Angan, khayal, dan harapSaling mencabik dalam kepala,Sementara bulan hanya diam,Menguning seperti mata yang terlalu lama terjaga. Satu demi satu bintang memadamkan
6a72aa3406fa9

Sebelum Aku Menulis Halamanku Sendiri

Bermula aku dibawa ke dalam satu sangkar emosi.Semua terasa membingungkan,Aku terombang-ambingDalam lautan tanya yang kupendam. Perintah yang menarikku pada halaman asingMembawaku pada peta satu arah,Tanpa pilihan yang sungguh memihakku;Jawaban yang
6a7287cfd9fa5

Selepas Mengecup Bumi

Selepas mengecup bumi,Keningku menjelma bendungan runtuh,Tak sempat menengadah lagi.Apa yang hendak aku ucapkan?Ah, sial, mulutku tak mau bersabda meski pelan. Haruskah aku melambai saja?Agar tubuhku tidak terus diguncang.Sebab ada sunyiYang
romansa di mawar

Romansa di Mawar

Raga membungkuk selaras kulit yang kering keriputBersambut sentuhan guratan tangan yang jujurHelai rambutnya rata memutihSerak suara payau menyahut lembut ketika kuajak bertuturTerlihat jelita dengan kemeja bermotif bunga-bunga Lelaki paruh baya

Semburat Harapan

Semburat di wajahmu memantulkan harapan.Ingin kutangkap setiap makna yang tersirat darinya.Senyumanmu mampu membuat ruang kosong di hatiku bergetar, bagai ombak yang perlahan datang,namun cukup kuat untuk mengubah tenang menjadi rindu.
6a6d6ad317fbb

Melalui Waktu

Agustus sudahWaktu adalah satuan paling apatis.Membuat tumbuh terasa seperti hukuman.Membuat diam terasa seperti merugi. Waktu...Banyak yang merasa kalau itu uang.Ada juga yang merasa kalau mereka lebih butuh waktu. "Semua ada
6a6c1d824abc6

Sampai Titik Tertentu

Kelak aku akan menziarahi tubuhku,saat dunia benar-benar kelabu.Tak ada lagi angan di genggaman tangan,hasrat luruh satu per satu,menghantar denyut nadi menuju pemberhentian terakhir. Ketika terasa semua sudah cukup,daya juang yang