Puisi

6a5572e354015

Senin

Gemuruh pagi hari, tangan kuras tenaga dari baju bergelantungan.Cat tembok tidak pernah bosan menemani siulan.Kadang hari ini lebih suntuk untuk memulai mengaduk penutup aurat.Satu dari tujuh, aku lupa memilah bagian

Hantu Dalam Diri

Malam iniMalam ini kurasa sudah cukupSudah cukup bersenang-senangsudah cukup bergelut dengan pikiran sendirisudah cukup mematikan akal dan rasionalitas demi sebuah perasaan yang tak pernah benar-benar memberi kepastian tapi apa jawabannya?Rupanya,
6a550d623c38f

What Ifs

I watched all the lovey dovey couples on the internetThe advice, struggles, loves & falling out of loves, heartbreaks, let-go, and so onI watched it over and over againTo finally
6a54dd07213a0

Bercinta

Telah menyadari bahwa terkadang aku adalah kekasih jahatAku tahu siapa di antara kita berdua yang paling mencintaYA, Aku tapi kurasa aku juga yang menjadi pedang Menciptakan darah, yang berceceran kepada
6a5487f85040e

Getir yang Berpendar

Emosiku menjelma bom waktuBerlipat gandaLepas kendali pagi tadiMeledak, meletup-letup Aku seperti terkunciTersungkur sendiriDalam dadaku yang tak seberapa besarnyaTertunduk diam menyaksikan emosiku,mengambil alih otoritas tubuh Sekujur tubuhku memanasBom itu benar-benar adaMengeluarkan
6a5468b959727

Hipotesis

Mungkin lain kali kita berlariBerpegang teguh dengan pikiran diri sendiri Mungkin lain kali kita berteduhMempertanyakan perasaan yang tak bisa diatur Mungkin lain kali kita bermainBerputar di bawah deras hujan ini