Gemuruh pagi hari, tangan kuras tenaga dari baju bergelantungan.Cat tembok tidak pernah bosan menemani siulan.Kadang hari ini lebih suntuk untuk memulai mengaduk penutup aurat.Satu dari tujuh, aku lupa memilah bagian
Puisi
Malam iniMalam ini kurasa sudah cukupSudah cukup bersenang-senangsudah cukup bergelut dengan pikiran sendirisudah cukup mematikan akal dan rasionalitas demi sebuah perasaan yang tak pernah benar-benar memberi kepastian tapi apa jawabannya?Rupanya,
I watched all the lovey dovey couples on the internetThe advice, struggles, loves & falling out of loves, heartbreaks, let-go, and so onI watched it over and over againTo finally
A king should never sit easyFor no dynasties reign for posterityThere is weight in every decreeA royal presence is for all to see This is a throne of swordsA stern
Telah menyadari bahwa terkadang aku adalah kekasih jahatAku tahu siapa di antara kita berdua yang paling mencintaYA, Aku tapi kurasa aku juga yang menjadi pedang Menciptakan darah, yang berceceran kepada
2 tahun lalu, saat aku terpenjara oleh cinta besar²an mu, oh sayang.. sungguh rindu baru bertamu baru-baru ini, aku merindukanmu
Emosiku menjelma bom waktuBerlipat gandaLepas kendali pagi tadiMeledak, meletup-letup Aku seperti terkunciTersungkur sendiriDalam dadaku yang tak seberapa besarnyaTertunduk diam menyaksikan emosiku,mengambil alih otoritas tubuh Sekujur tubuhku memanasBom itu benar-benar adaMengeluarkan
kepada seseorang yang lembut bertutur kata, kau merayap dalam sepi yang kian onar. Kepada seseorang yang lembut bertutur kata, kau adalah alasan untuk menggubah aksara. kepada seseorang yang lembut bertutur
Ada rindu yang beronggok-onggok oleh cinta yang tak pernah balas-membalas Sesudahnya mereka menjelma aksara dari serpihan luka menunggu kepulangan Hening mana yang membuat gelisah? Cinta seperti apa yang membuat asing?
Aku menyelami pulau banda neira Bersama penyu, ikan dan isi kepala Sesekali aku terbang ke puncak banda api Bersama kakaktua raja, burung pala dan keheningan. Di sini, aku mengasingkan diri
Mungkin lain kali kita berlariBerpegang teguh dengan pikiran diri sendiri Mungkin lain kali kita berteduhMempertanyakan perasaan yang tak bisa diatur Mungkin lain kali kita bermainBerputar di bawah deras hujan ini
Langit-langit kamar memandangi tubuh yang terbaring lemah; saksi bisu gugurnya seorang manusia. Entah ia terpedaya oleh bisikan, atau kalah menjinakkan buas di dalam dirinya sendiri. Sepasang mata terpejam dalam keheningan.
Artikel Lainnya










