Puisi

selasa pagi di bangsal terakhir

Selasa Pagi di Bangsal Terakhir

"Aku tersiksa di sini!""Inginku mengakhiri hidup saja!""Suamiku selingkuh!" Teriakan-teriakan itu diumpat sembari berlari kembali ke kamarnyaDiiringi tangisan yang memuncak di Selasa pagiDadanya bergemuruh penuhPikirannya melompat tersesat tanpa arahHatinya berlubang ditikam
6a3b8fb634f20

Dini Hari

Jarum panjang dan pendekMenuju titik yang sama.Perjalanan waktu menuju pagi.Saat distorsi dunia terpadamkan. Isi kepala,Merobek tengkorak belakangMerayap keluar,Berteriak "DENGARKAN AKU!". "Apa yang sebenarnya kau cari?"Ujarnya,Mengguncang eksistensi.Memicu pergulatan dengan isi hati.
6a3ac82716821

Ku Beri Tahu Engkau

Bagaimana rasanya ada di lubangYang tanpa disadari telah digali oleh dirikuSaat menuju rumah ternyamankuDi atas perbukitan sana Aku melihat setitik gumpalan cahaya unguTertarik dan terus mengikutinyaSampai pada langkahku hampir seratusAku
6a3ab5f289207

Tanpa Judul

Kau pergi agar aku tidak terluka.Tapi sadarkah kau?Kepergianmu justru meninggalkan luka. Aku melepaskanmu karena mencintaimu.Lucunya, cinta itu membuatmu merasatidak cukup untuk dipertahankan. Kau tak ingin memberiku harapan palsu,maka kau berikan
6a3a371e85f42

Hijau

Terik matahari yang begitu melekat berubah menjadi nyamanMelihat sepintas dirimu melangkahkan kakiHari itu kamu tampak hijau seperti daun segarWarna yang begitu indah di mataku dan menjadi warna favoritkuKeindahan dari segala
exquisite macro photography closeup of Foto close up embun pagi di atas daun atau rumput tetesan air yang memantulkan cahaya lembut pagi bokeh natural di background cahaya golden hour yang hangat kompo

Kilau Permata

Petang silam sinar mataku bersalinHitam kelabu, tumbuh merah semaraiBukan hujan bukan angin mencipta licinTak gentar alasan, iman hati menggunung Daku terbelah dalam dekap, hangat.Ku ditiup sejumlah khidmat,Diajar banyak keindahanSecantik embun
6a37d300a4569

Foto

Aku sudah mengambil fotomuAku ingin mengambil fotomuAku tak dapat melihatmuAku tak ingin mengingkari janjimu Cahaya menembus pelupuk matakuTak peduli dan terlelap dalam kelabuSekejap semua berubah, tiada yang tahuKu pergi kearah
6a379e73120c8

Putih di Atas Putih

Kau terlalu mutakhirKau membolak-balikkan.Tinta putihku di kertas hitam.Menjadi tinta hitam di kertas putih.Tak lagi ku menulis diatas kegelapan.Tapi ku tuturkan kegelapan menuju cahaya.Hingga mungkin nanti tak terbaca lagiTinta putih diatas
6a351bd1f0457

Wudhu

Pada waktu Zuhur,aku bersegera menuju rumah ibadahsetelah selesai menyantap rezeki siang hari. Tiada firasat buruk di dalam dada,sebab semua itu hanyalah rutinitasyang kulakukan semenjak aku mengenaljalan hidup yang diperintahkan-Nya. Maka