Sastra

Laut dan Tenangnya

aku ingin tenang,
tapi tenang itu apa?

katanya…
tenang sering didoakan
untuk sesuatu yang sudah selesai,
yang tak lagi berjuang.

lalu aku bertanya,
tenang yang ku mau
haruskah se-sepi itu?

aku hanya ingin seperti di tepian laut,
duduk tanpa takut kehilangan,
mendengar ombak saling bersahutan,
melihat biru yang luas tanpa batas,
dan hidup yang berjalan
tanpa saling melukai.

cinta yang ku mau juga begitu..
sederhana,
tidak gaduh,
tidak membuat hati terus-menerus runtuh.

aku pikir,
kita pernah menginginkan hal yang sama.
meski nyatanya,
tidak semua yang diinginkan
datang dengan cara yang baik-baik saja.

nanti… kita ceritakan lagi,
tentang bagaimana kita pernah mencoba
menenangkan satu sama lain
di tengah badai yang kita ciptakan sendiri.

karena pada akhirnya,
lautan yang paling kusuka
adalah tempat di mana aku merasa pulang.

dan tenang yang paling kuinginkan
selalu terasa dekat
saat berada di sampingmu.

meski aku tahu,
aku hanya seseorang
yang terlalu banyak ingin..
padahal yang ku minta
hanyalah cinta
yang tidak membuatku tenggelam.

aku disini ya..
nanti kita lihat laut itu berdua
🌻🌊✨

Like 1
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *