Vitri Fauziah

Vitri Fauziah adalah seorang perempuan yang hidup dalam harmoni antara ilmu farmasi dan indahnya literasi. Sebagai seorang Apoteker, ia mendedikasikan dirinya pada ketelitian dunia medis, namun di balik jas putihnya, tersimpan jiwa seorang "Perempuan Puisi" yang memandang dunia melalui kacamata estetika dan rima. Jejak Profesional dan Pendidikan Lahir dengan rasa ingin tahu yang tinggi, Vitri menempuh jalur profesi Apoteker untuk mengabdikan diri pada kesehatan masyarakat.

16 karya tulis dari Vitri:

6a0bb5edf1f80
Sastra

Lembayung Biru

Kosong melompongGambaran bangunan masa kiniAkibat periode carut marut berlarut Mengawali frasa demi frasaMengantarkannya ke tahap kelabuMenapaki wajah-wajah senduKidung sunyi mulai didendangkanKetika dihadapkan pilihan perjalanan ingin bunuh diri Saat belati berongga
6a047f52e7069
Sastra

Bimbang

Bejana hampir luberBeradu sikuHati yang hampir redupKala senjaDitawar cahaya Lalu,Terang tak sudiMati pun pelik Mencari jawabanDari tumpukan buku usang di pojok kamarMengingat helaan bayangan lama merangkai memar Lantas?Harus terus bersuaAtauRapat
6a01800f23706
Sastra

Kemeja Kotak-Kotak

Kelopak seketika terbuka shubuh tadi, sesak menghimpitRindu sendu mengharu kalbuTernyata mimpi kiasSerupa nyata Lisan terucap sangat terang" Papah, ngangge kemeja kotak-kotak anu mananya?Beda ningali neng perform"Sembari kemeja kotak-kotak itu diangkatnya
secangkir cokelat hangat
Sastra

Secangkir Cokelat Hangat

Sore itu kulewati kaca setengah lingkaranPikiranku terperosok pada memori beliaKita saling canggung,Kita saling tatap,Kita saling membelah kasihDialog mesra membawa musim semi Secangkir cokelat hangat menjadi pembuka nostalgiaBergelora menolak padamSerupa kuncup
bunga sedap malam di dewata
Sastra

Bunga Sedap Malam di Dewata

Rumit menjadi sahabat setia kiniEntah darimana lagi harus kuyakinkanBahwa,Desir panah itu memang tak sampai ke busurnyaSenja tak lagi menghadirkan keindahan soreGemintang menahan suaranyaRiuh tapi sunyi Ilalang-ilalang bergantianTumbuh disela sela keraguanSemakin
69ec3edb5f8f4
Sastra

Langit Merah Jambu

Andai saja dopamin dan serotonin bisa selaras,Mungkin duniaku tak terbalikSiang menjadi malamMalam-malam kelam kelabu MenghardikMengekangMelawan Bisikan-bisikan memekakkan telinga tiba-tiba, tanpa aba-abaMengajakku berceritaTentang Ratu Elizabeth Kerajaan Inggris, atauTentang Ufo mendarat di
Sastra

Masih di Tempat yang Sama

Senyuman itu menari nari di pikirankuSentuhan yang rasanya fanaBerulang,Mendesak,Mengurung,Melucuti. Segenap tanda yang samaSeluruh hati yang utuh diberiYang Sembunyi Mendengar retakKesepian adalah saksi piluMenggapai tapi tak sampai Keriuhan padat berlalu lalangTak
Sastra

Kalah

Menyulam harapan di tengah runtuhan porak porandaRumah itu bukan khayalan nyaman untuk pulangYakinkan pelukan menjadi asa bernapas saat terduduk Aku yang akan berhentiSelaras perasaanmu yang telah habisAku yang akan putar
WhatsApp Image 2026 04 27 at 19.14.37
Sastra

Malam di Akhir Mei

Sebuah potret dari kamar yang terpencilMemberantaki pikirankuKamar tanpa salam yang ingin sekali ku ketuk,dan separas itulah malamSeperti tak mengenal kantukKantuk mengulur pagi yang selalu datang terlambatSebelum aku sampai disituHanya sebuah
freepik buatkan sketsa cinta bent 2803466831
Sastra

Ternyata Belum

Kuanggap cinta kini rasanya keruhSetelah pesan singkat yang kubaca setengah sadarMalam itu, ingin marah bergemuruhBadai menyapa terus, bergantian. hingga tertampar oleh cuplikan radar Episode yang kukira happy endingTak disangka akhirnya