Kosong melompong
Gambaran bangunan masa kini
Akibat periode carut marut berlarut
Mengawali frasa demi frasa
Mengantarkannya ke tahap kelabu
Menapaki wajah-wajah sendu
Kidung sunyi mulai didendangkan
Ketika dihadapkan pilihan perjalanan ingin bunuh diri
Saat belati berongga adalah sumber perkara
Saat kemarau tak mampu redakan hujan
Saat isi kepala manusia menjamah ilat
Saat jiwa diselimuti irama dongkol menusuk
Masih adakah insan yang sedang baik-baik saja?
Yang hanya duduk manis menyeruput teh hangat di kursi goyang tua?
Atau
Menikmati sajian pembuka di meja makan tanpa garpu?
Patah arang hampir ingin disunting
Banyak pertemanan setia
Berbalut kerinduan di penghabisan malam
Banyak penyesalan atas ratusan perjumpaan
Banyak ketakutan untuk cita-cita yang diangankan
Selaras luruh berayun bermain logika
Lembayung biru di kota ini
Berkala pada elegi
Mengupas percakapan-percakapan sore
Bersama sepakat terkurung
Di musim serupa
Bermuara pada sembuh dan damai
Yang memang belum diundang
Selalu begitu?
Kenapa begitu?
Harus begitu?