Sastra

Lembayung Biru

Kosong melompong
Gambaran bangunan masa kini
Akibat periode carut marut berlarut

Mengawali frasa demi frasa
Mengantarkannya ke tahap kelabu
Menapaki wajah-wajah sendu
Kidung sunyi mulai didendangkan
Ketika dihadapkan pilihan perjalanan ingin bunuh diri

Saat belati berongga adalah sumber perkara
Saat kemarau tak mampu redakan hujan
Saat isi kepala manusia menjamah ilat
Saat jiwa diselimuti irama dongkol menusuk

Masih adakah insan yang sedang baik-baik saja?
Yang hanya duduk manis menyeruput teh hangat di kursi goyang tua?

Atau

Menikmati sajian pembuka di meja makan tanpa garpu?

Patah arang hampir ingin disunting
Banyak pertemanan setia
Berbalut kerinduan di penghabisan malam

Banyak penyesalan atas ratusan perjumpaan
Banyak ketakutan untuk cita-cita yang diangankan
Selaras luruh berayun bermain logika

Lembayung biru di kota ini
Berkala pada elegi
Mengupas percakapan-percakapan sore
Bersama sepakat terkurung
Di musim serupa
Bermuara pada sembuh dan damai
Yang memang belum diundang

Selalu begitu?
Kenapa begitu?
Harus begitu?

Like 3
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *