sepertiga malam itu kaumutilasi sisa-sisa warasyang kutitipkan pada lipatan keningmu, kau sayat hingga menganga,kau lumuri cuka dengan lidahpaling jahanam yang kau punya. aduh, betapalah aku bisamenambal dada ini jika ingatantentangmu
Ihsan Dwi Saputra
Penulis muda yang menjadikan tulisan sebagai medium untuk menelusuri perasaan, kehilangan, dan proses memahami diri. Karyanya lahir dari pengalaman personal dengan gaya bahasa sederhana namun emosional
5 karya tulis dari Ihsan:
Tidak perlu buru-buru Hidup terlalu kejam untuk dimaafkan,dan pastinya Tuhan membenci kita semua. Maka barang siapa yang mampu menanggungsatu hari lagi di neraka ini,layak dirayakan. Seperti menelan pil pahit,tanpa ada
Jika kebenaran yang kita genggam hanyalah 1/2 dari sebuah bayangan yang memudar, dan sisanya adalah lubang hitam yang kita beri nama "takdir", dengan material apa kita akan menambal kekosongan yang
"Datang dan pergilah para lelaki, membicarakan hal-hal yang tak mereka pahami." Sebab kita adalah orang-orang hampa, orang-orang yang terbuat dari jerami, Berlutut di depan laptop Dell, di bawah langit yang
Biarkan saja dekomposisi itu bekerja.Biarkan luka-luka kehilangan lidahnya,sebab tak ada lagi gunanya menjilat kaki tuhan demi ampunan.Di bawah tanah, semua yang lumat menjadi setara;tanpa ego, tanpa ambisi untuk dikasihani,hanya onggokan




