Sastra Merayakan Kekalahan Ihsan Dwi Saputra01/06/2026124 Views Tidak perlu buru-buruHidup terlalu kejam untuk dimaafkan,dan pastinya Tuhan membenci kita semua.Maka barang siapa yang mampu menanggungsatu hari lagi di neraka ini,layak dirayakan.Seperti menelan pil pahit,tanpa ada permohonan yang dijawab. 0 0 Tags:Puisi Shares: Ditulis oleh:Ihsan Dwi SaputraPenulis muda yang menjadikan tulisan sebagai medium untuk menelusuri perasaan, kehilangan, dan proses memahami diri. Karyanya lahir dari pengalaman personal dengan gaya bahasa sederhana namun emosional Berikan Komentar Cancel reply Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai * Simpan nama dan email saya di browser ini untuk komentar berikutnya.