Sastra

Merayakan Kekalahan

Tidak perlu buru-buru

Hidup terlalu kejam untuk dimaafkan,
dan pastinya Tuhan membenci kita semua.

Maka barang siapa yang mampu menanggung
satu hari lagi di neraka ini,
layak dirayakan.

Seperti menelan pil pahit,
tanpa ada permohonan yang dijawab.

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *