Sastra

Masih di Tempat yang Sama

Senyuman itu menari nari di pikiranku
Sentuhan yang rasanya fana
Berulang,
Mendesak,
Mengurung,
Melucuti.

Segenap tanda yang sama
Seluruh hati yang utuh diberi
Yang Sembunyi Mendengar retak
Kesepian adalah saksi pilu
Menggapai tapi tak sampai

Keriuhan padat berlalu lalang
Tak henti menyudutkan saraf kranial
Sinyal itu sama tapi tak mengetuk
Hanya Ketakutan menyelimuti sepanjang malam

Mendamba pelangi saat kemarau
Sama seperti memeluk satu per satu helai daun gugur saat badai
Sulit diurai
Sulit dicerna

Kelopak mata seharusnya bisa terbuka
Ketika Nafas panjang menjadi pertanda
Nyatanya kamu
Masih di tempat yang sama

Like 2
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *