Aku ingin menjadi nasi
Padahal tubuh kering kerontang dimakan absen pagi dan lembur
Tapi menjadi 4 sehat dan 5 kewajiban sholat terus dituntut
Membaca, menulis, merangkum omongan sebelah rumahmu
“Jadi apa? Jadi kemana? Kapan memulai momongan?”
Tersikut malu pada pertanyaan konyol yang dilontarkan
Ambil ini
Tagihan listrik dan sebuah kemewahan yang disebut hidup
Acuh dan mulai pergi
Aku menerka hidup
Aku berjudi dengan nasib
Tuhan punya kartu AS atau Joker
Sulit disederhanakan
Ada keajaiban pada kejadian
Mulai meramu takdir
dan disebutkan pada pencarian browser Google maupun handphone canggihmu
“kau terus layak”