Sastra

Jaring Laba-Laba

Nyaris sewindu menertawakan rintih
Serupa bunga tulip yang belum disemai
Kuncup malu-malu menjelma asing ketika dibuai
Aku yang tak lihai melukis beningnya cinta
Sulit memandang tulus
Dengan siklus yang keruh bermetamorfosis
Sekali lagi, meruap merajah pikiranku

Sudikah kau mengais rinduku?
Sudikah kau membalut piluku?
Aku yang tak kunjung menadah riuh
Aku yang hampir tersesat dikalutnya aurora

Senandung harapan didesiskan
Sejajar merajut jaring laba-laba yang terukur
Berpola sempurna mendeteksi getaran sumbang
Melindungi sanubari dari kuatnya retakan
Membungkus mangsa yang mengganggu lelap malam
Membakar aliran darah saat dia mampir tapi mati membisu

Kita sempat saling berjarak
Namun berulang kali bertemu di titik tumpu
Jantungku berdebar tak beraturan
Ketika melihat keping wajahmu tersenyum ke arahku
Kita bermandi kasih saat memulai perjalanan dengan sisa luka di tubuhku

Aku menantimu, di stasiun terakhir

Apakah kau orangnya?

Like 3
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *