Langkah-langkah itu menjadi lariBerlarian menggenggam harap"Kau buta? tuli? Jangan bandel kalau diberi tahu"Pekik suara di gendang telinga, bertalu-talu berkali-kali Langkah-langkah itu menjadi lariBerlarian memaksa diri"Potongan hatimu jatuh menyungkur sepanjang jalur,
Lia Muspiroh
Perempuan yang kata orang green energy, semoga demikian selalu nyatanya. Bukan cuma belajar menulis, Lia juga aktif mencoba eksplorasi suara dan gerak melalui berbagai kegiatannya.
5 karya tulis dari Lia:
Matahari Sabtu pagi merambat masuk menembus jendela kamarku, matahari Sabtu pagi menerpa wajahku di lantai 21. Hangat seperti memeluk erat, membuatku tersadar kalau hari ini aku harus bergegas pulang. Jadwal
Cintai aku dengan jumpalitan ugal-ugalan, agar kita tetap bergerak dalam harmoni dan ritme yang hidup Cintai aku dengan rusuh seperti demo di depan DPR yang menyita perhatian publik Cintai aku
Kami berdiri menagih janjiTapi seolah mencari matiKami berdiri sendiri-sendiriTapi seolah dibayari Tak ada artiTak ada hati Kami berisik berteriak nyeriTapi kau dengar seperti bernyanyiKami sibuk mengelap tangisTapi kau lihat seperti
"Kalau libur, ya pulang saja" kalimat Bapak, membuka percakapan kami. 131 km jaraknya, 2,5 jam waktunya, tergantung moda apa yang kupakai untuk menempuhnya. Rumah, masih terdefinisi dua manusia mulia itu.




