Ode Untuk Sang Maestro : Kepada Nasirunpena: Idez Adhie Aksarra Dalam yang singkatKuas-kuas itu merobek jauhMenembus merahMerebus resahMenderas peluhPanjang helai kanvasmuYang kemuning: hening Kebumen, Agustus 2026.
Idez Adhie Aksarra
Idez Adhie Aksarra lahir dan bertumbuh organik di Kebumen kota kecil di selatan pulau Jawa yang akrab dengan gemuruh samudera Hindia. Saat ini aktif berkegiatan bersama pegiat literasi lainnya yang tergabung dalam komunitas Perpustakaan Jalanan Kebumen.
4 karya tulis dari Idez:
I. “Anak tak bermoral, manusia tak tahu diri, sudah miskin maling kalian!” hardik Pak Parjo sambil menarik kerah kaos Ahmad yang lusuh. Di sampingnya, Fajar kakaknya, hanya bisa menunduk ketakutan
RUANG HAMPAPena: Idez Adhie Aksarra Hidupmu mulai terasingMenjauh dari interaksi emosionalAda semacam jurang antar perasaanLakumu tak lagi menyentuh hal-hal dasar Semakin kamu menyelamSemakin dalam kamu tenggelam dalam keterasinganTegur sapamu terasa
malam ini bulan berkunjung ke matakudengan utuh bersama putihnyamembawa kuning yang menipismemutar ulang dongeng-dongeng purbakalatentang ramayanatentang dirinya yang pernah terbelah malam ini bulan menyapa Juli yang keringdingin: merayap ke tulang



