Sastra

Bercinta

Telah menyadari bahwa terkadang aku adalah kekasih jahat
Aku tahu siapa di antara kita berdua yang paling mencinta
YA, Aku tapi kurasa aku juga yang menjadi pedang

Menciptakan darah, yang berceceran kepada sang manusia
Kurasa memang aku perusak segala semua yang ada
Lalu, aku hanya merindu, menangis dan menyalahkan, aku si penusuk pedang ini

Maka lewat tulisanku ini, Meski ku tau kamu tidak akan pernah kesini,
Melihat tulisanku, kusampaikan maafku,
Cintaku, rinduku yang Baru bertamu satu tahun belakangan ini,
Semoga Tuhan selalu sayang, Aku masih mencinta dengan besar-besaran, Kesayangan

Like 7
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *