Candu Sengsara telah kuteguk habis ludah sendirisaat bibirku basah oleh air matadi kedua kelopak mata lelahmudan lehermu lembap oleh peluhku. malam di Jogja selalu melankolisbagi pelancong pemburu kenangan.tetapi tidak bagiku
Selendang Sulaiman
Selendang Sulaiman, penyair mukim di Jakarta. Founder arsippuisipenyair.com dan pengampu Komunitas Sini Nulis Bareng. Puisi-puisinya tersiar di berbagai media massa cetak dan elektronik seperti Media Indonesia, Kedaulatan Rakyat, Pikiran Rakyat, kompas.id, republika.id, dll, serta di sejumlah antologi puisi bersama.
4 karya tulis dari Selendang:
Masokis Ingatan Sebab soneta ini tak dicipta dari keheningan meditasi,Rindu serupa tumor waktu yang membusuk di dada.Dan pada senja yang mendadak terasa begitu anyir,Kubongkar paksa rahasia kotor di dasar hidup
Bukan untuk Pemula Orang-orang jakarta berjejal tanpa jeda,bertahan hidup untuk terus berjibaku.Mereka terhimpit jargon kerja keras-kerja cerdas,dan yang tersisa hanya merayapi aspal keputusasaan. Raut kecemasan menjalar di mana-mana,hantu phk mengusik
Jangan Lumpuri dengan Peluru kami melihat wajah tuamu tersenyumdi tembok-tembok gedung utamasetelah persekutuan tanpa dendammenutup riwayat panjang kekalahan. kami mencari senyum wajahmuyang memantul dari wajah anak sekolahsetelah makan siang dan



