Sebuah potret dari kamar yang terpencil
Memberantaki pikiranku
Kamar tanpa salam yang ingin sekali ku ketuk,
dan separas itulah malam
Seperti tak mengenal kantuk
Kantuk mengulur pagi yang selalu datang terlambat
Sebelum aku sampai disitu
Hanya sebuah kamar,
dan parasmu mengintai tidur,
Kau akan berselimut tanpaku,
Seperti biasa selalu begitu
Malam di Akhir Mei
Shares: