Sastra

Nyaris Fajar

“Datang dan pergilah para lelaki, membicarakan hal-hal yang tak mereka pahami.”

Sebab kita adalah orang-orang hampa, orang-orang yang terbuat dari jerami,

Berlutut di depan laptop Dell, di bawah langit yang tak lagi murni.

Mari kita habiskan sisa puntung ini, sebelum fajar Menemukan kita masih di sini, terperangkap dalam teks yang sukar.

Maka mari kita berbuka, bukan dengan roti atau anggur, Tapi dengan baris-baris puisi yang jatuh tersungkur

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *