sepertiga malam itu kau
mutilasi sisa-sisa waras
yang kutitipkan pada lipatan keningmu,
kau sayat hingga menganga,
kau lumuri cuka dengan lidah
paling jahanam yang kau punya.
aduh, betapalah aku bisa
menambal dada ini jika ingatan
tentangmu masih sedalam liang lahat.