Kelopak seketika terbuka shubuh tadi, sesak menghimpit
Rindu sendu mengharu kalbu
Ternyata mimpi kias
Serupa nyata
Lisan terucap sangat terang
” Papah, ngangge kemeja kotak-kotak anu mananya?
Beda ningali neng perform”
Sembari kemeja kotak-kotak itu diangkatnya dari lemari tua
Dari atas sana,
Apakah papah melihatku
Dari panggung ke panggung?
Atau papah tahu tulisan
Puisi tentangmu yang enggan ku tulis?
Enggan ku tutup
Sebab,
Untuk meartikanmu saja
Aku tak berdaya
Seperti detik ini
Kepiluan masih bertengger kekal meski sudah 13 tahun lamanya
Pah, terima kasih sudah hadir dan menyebutku
Inginku lebih lama,
Bertutur bagaimana ribuan hari ku lalui bersama getir
Inginku lebih larut
Mengulang canda beriring
Inginku di transfer
Super energi agar pundak
Anak pertama ini kokoh