Sastra

Bunga Sedap Malam di Dewata

Rumit menjadi sahabat setia kini
Entah darimana lagi harus kuyakinkan
Bahwa,
Desir panah itu memang tak sampai ke busurnya
Senja tak lagi menghadirkan keindahan sore
Gemintang menahan suaranya
Riuh tapi sunyi

Ilalang-ilalang bergantian
Tumbuh disela sela keraguan
Semakin yakin,
Ketika kamu hadir menawarkan aurora
Ditengah tengah penantian
Barangkali melintas ke arah awan-awan hitam

Janji abadi kembali ke awal
Menyayat harapan nihil
Bisakah menetap sampai akhir?
Bisakah meneduh angin ?

Harum sedap malam
Mirip aromanya seperti kamu
Semerbak di malam
Tapi melebur di pagi buta
Pastikan langkah ke jalan jalan Dewata

Like 3
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *