Biar dunia mengutuk!Namun,lagi,lagi,dan lagi.Doa Kasih-ku,tak pernah putus memeluk. Aku harap—semua luka,tak lagi nanar—tak lagi menutup,segala yang benar. Biar dia,jadi pijar-pijar api,yang bisa dirasa,hanya lewat jeda.Lewat jarak yang jauh—seraya menghangatkan.Sebab,dia tidak
Adindasabila
Saat kepalaku penuh, mengepal kata lewat jemari jadi caraku meluruhkan yang keruh.
2 karya tulis dari Adindasabila:
Dan,lagi,Ia menawar peluknya. Kembali pada dekapnya,hingga,gusarku tak lagi bersasar,pada ragu yang kupunya. Karena,sudah habis,ditepis-lalu terbakar oleh doa-nya. Bu,Lagi.Maafkan aku kini—sebab,meragukan tangguhmu yang menurun jadi dagingku. Maaf pula,untuk yang akan datang

