Dear God, hai people, aku hanya manusia biasa yang sudah di takdirkan olehNya sebagai anak perempuan pertama. Sebuah tokoh yang sering kali hampir tidak biarkan bernafas lega tanpa adanya beban di punggungnya.
Tahun demi tahun telah ia lewati dengan berbagai babak belur samar yang tumbuh di dalam jiwanya, senyap, sunyi, tak bersuara karena di bungkam dengan balutan tanggung jawab yang begitu besar.
Namun hebatnya, dia bertahan hidup. Dia hidup, dengan seserpihan cahaya yang ia buat dengan dirinya sendiri.
Hiduplah dirimu, panjanglah usiamu. Kebahagiaan saudaramu, adikmu, ada di tangan mu





