Kita pernah serapat nadi
Semasa durasi kala dipenggal jarak
Membasuh rintihan setiap tetesan bulir bening
Memeluk keluh kesahku sepanjang bukit
Mencium leburan luka memar seolah menyembuhkannya
Sekedar menerka angan dera mendekap
Saling mengetuk pesan dari Pulau Seribu Pura
Dinding-dinding yang hening menjelma kebisuan
Ketika lembaranmu kau pilih
Meyakini bukan namaku yang dilukis
Habis sudah ampas harapan sepenuhnya
Seumpama waktu lampau, ego tak dinaikkan berkeping
Risau di persimpangan itu bisa dibendung dalam bentuk sempurna
Seringkali kau menyusuri senandung asa
Memastikan, aku bisa berayun langgas
Mengesahkan, tangan-tangan ini beradu sehaluan
Mencariku, atas nama megahnya saudade
Menemukanku, dari kacaunya muatan isi kepala
Asing setelah melewati ribuan perjumpaan
Menata sisa sanubari yang kau campakkan
Sampai bersua dikelapangan yang luas
Biar kisah kita jadi nyata saat dipentaskan