Aku seorang wanita.
Tinggi tidak terlalu, tapi punya hobi mencerca sesama.
Kerjaanku tak terlihat indah untuk dipuja,
namun aku punya senjata yang patut Anda rasa.
Sudah banyak korban berjatuhan,
teman sejawat aku makan tanpa ampunan,
bahkan semua jenis wanita lain aku jadikan mainan.
Aku seorang wanita.
Cantik tidak terlalu, tapi punya hobi bersilat kata.
Kubasahi bibir untuk mencibir,
kusiapkan lendir untuk bombardir amir.
Buka tabir hal biasa, tutup takdir untuk segelintir nama.
Aku seorang wanita.
Wangi tidak terlalu, tapi punya hobi membuat wabah,
obral ludah sesuai dengan jalan menuju surga yang indah.
Aku harus seperti tikus yang gampang terkena jebakan ketika diberi keju.
Semua ekspresi terlihat sangat kaku.
Duduk di tempat yang sama bertahun-tahun,
kepala tegak tak bergerak, gelambir yang berlipat, mengemis kotakan, melempar ocehan, mencari simpatisan.
Aku seorang wanita.
Hijab untuk bersolek tidak terlalu,
kain kepalaku hanya mahkota untuk menutupi rempah kotoran setan yang bersarang menahun.
Rotasi waktu berlalu puluhan windu, aku layak mendapatkan gelar si ratu
pembunuh teman satu per satu.
Aku seorang wanita.
Hitam dan putih tidak terlalu,
punya bahasa kurang etika rasa.
Aku senang melihat kalian tidak baik-baik saja,
aku senang melihat kalian adu domba,
karena aku dirancang untuk menghancurkan kalian semua.
Aku seorang wanita.
Keras kepala tak terlalu.
Desas-desus cabang gosip, pilih resus paling ambisius, coba panaskan mesin emosi sesama untuk amankan posisi.
Banyak kepala pintar mutar presisi bagai polisi.
Mood gampang berubah saat darah datang,
aku punya sikap patriot paling tinggi amankan gender serupa binatang.
Standar ganda tak bisa jadi tameng untuk kamu, dasar jalang!
Kalian semua anjing! hanya aku yang kucing.