Sastra

Marsoni

Palembayan, ladang pemberi makan burung vulture
Meraup-raup tanah basah yang dipertanyakan kapan keringnya?
Dirinya mencari foto dibingkai antara bangkai yang berjenis tidak bersalah

Saya Ghani

Pulang berjualan menuju rumah yang dipeluk duka

Inalillahi Inalillahi
Berharap kabar yang cocok menyamai muka

Marsoni, Marsoni, Marsoni
Kepala terperangkap berpikir duka panjang yang disemai lumpur air bah
Foto tinggal satu
Printer tidak menyala
Listrik memilih padam

Perasaan terus menyala
Mencari titik terang diantara posko pengungsian dan jenazah yang mangkir namanya dari daftar pencarian

Disembunyikan arus padahal pelukku belum sampai
Berjualan es krim hingga petang,
membuat saku basah tak peduli uang

Marsoni oh Marsoni
Namamu adalah kebahagiaan
Bukan korban
Bukan hilang

Biarkan Marsoni,
Aku tenggelam
pada surga kecil yang kita simpan di kantong celana

17 Desember 2025

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *