Investasi terbaik adalah kesehatan.
Ketika ingin pergi ke tempat tujuan yang kita dambakan, berharap nyaman, aman, bahkan elegan.
Ternyata, kenyataan tak seperti itu, Kawan. Ini hutan yang sangat gelap memikat.
Di dalamnya, ada orang yang saling terikat,
butuh alat untuk mereka lepas dari jerat kawat brokat.
Hal pasti yang selalu dinasihati oleh ibuku yang baik hati:
“Adri, kamu jangan lupa memberi, karena suatu saat nanti banyak orang dari sana-sini mencari-cari.
Jangan lupa salat, walaupun kamu hidup di lingkaran orang yang punya tabiat sesat.
Jangan lupa menolong, walaupun temanmu banyak yang suka berkata bohong. Dan
jangan lupa sedekah, karena hidup untuk membantu teman yang hampir punah.”
Ini semua terjadi karena aku menghadapi realita kehidupan yang benar adanya.
Yang aku alami tak sebesar wabah malaria, namun terasa seperti Israel genosida Palestina.
Neraca devisa negara dipantau secara berkala
oleh kekuatan sumber daya Bank Indonesia.
Sangat membingungkan untuk kalangan rakyat jelata.
Mereka sangat tahu, kita kawanan rusa yang hidup di tanah serigala.
Kerja dengan penuh tenaga untuk hasil yang ternyata sudah direka-reka.
Itu semua memang terjadi di semua korporasi.
Janganlah heran dengan semua kompetisi yang dibuat memang untuk kita saling menghabisi.
Dengarkan baik-baik, Kawan…
Apa yang terjadi hingga saat ini karena ulah aku dan kalian!
Fakta dikebiri!
Data dimanipulasi!
Kata dan bahasa diamputasi!
Bahkan norma yang kita anggap paling tinggi habis dieliminasi!
Hitung Angan
Shares: