Sastra

Romansa di Mawar

Raga membungkuk selaras kulit yang kering keriput
Bersambut sentuhan guratan tangan yang jujur
Helai rambutnya rata memutih
Serak suara payau menyahut lembut ketika kuajak bertutur
Terlihat jelita dengan kemeja bermotif bunga-bunga

Lelaki paruh baya itu didampingi pujaan hatinya
Yang tak beranjak sejengkalpun dari pagi ke malam hari
Mereka saling menggenapi
Bahkan disaat infus-infus masuk ke vena
Memulihkan jaringan terinfeksi
Menutrisi sel-sel darah yang kelaparan

Betapa kuingin cinta yang hidup
Betapa kuingin cinta yang murni
Seperti mereka di Bangsal Mawar
Bahasa cintanya begitu hangat
Melekat abadi berwujud aroma tanah setelah hujan

Mendamba bersanding bersama menikmati petang
Saling berbagi kepahitan
Seiring jiwa yang berdekap
Bertukar dupa semerbak
Merawat hijaunya padang savana
Sampai kesudahan

Like 2
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *