Sastra

Kilau Permata

Petang silam sinar mataku bersalin
Hitam kelabu, tumbuh merah semarai
Bukan hujan bukan angin mencipta licin
Tak gentar alasan, iman hati menggunung

Daku terbelah dalam dekap, hangat.
Ku ditiup sejumlah khidmat,
Diajar banyak keindahan
Secantik embun yang terjebak pagi

Kulihat lagi
Seri wajahnya tiada mendung
Saripatinya merawat kandung
Setiap matanya berkelip
Terlihat dunia yang lebih baik

Hiduplah lebih lama
Niscaya kau disembahkan banyak-banyak cinta
Inilah rapalan sederhana
Untukmu sang adiwarna

Jakarta, 3 Sept 2025

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *