Sastra

Siapa Pria Itu?

Ada seorang pria
Yang berjalan
Atau mungkin merangkak
Di sebuah jalan yang mungkin ia lupa untuk menyiapkan cahaya

Kakinya telanjang
Menyentuh tanah yang dingin dan asing
Sementara kepalanya dipenuhi ruang-ruang kosong
Yang tak pernah sempat ia isi dengan jawaban

Ia seperti itik yang terlepas dari genggaman induknya
Terhanyut terlalu jauh oleh arus waktu
Hingga lupa dari mana ia berasal
Dan ke mana seharusnya ia pulang

Sepanjang perjalanan
Ia memungut tanya demi tanya
Perlukah jalan ini kuteruskan?
Bila memang harus
Untuk siapa?
Untuk diriku yang kian asing di pantulan cermin?
Atau demi senyum orang-orang
Yang bahkan tak pernah mengetahui
Betapa getirnya langkah ini?

Tak ada jawaban
Yang ada hanya hari-hari
Yang berlalu
Seperti hujan dari balik jendela
Terlihat jelas
Namun tak pernah bisa digenggam

Ia mendatangi banyak pintu
Dari satu guru kepada guru yang lain
Dari satu tempat kepada tempat yang lain
Berharap menemukan sesuatu
Yang dapat ia sebut sebagai arah

Namun yang tertinggal di tangannya
Hanyalah serpihan-serpihan luka
Akibat menggenggam terlalu banyak harapan
Bak daun-daun yang gugur
Dan lepas dari tangkainya
Ia tak lagi mengenal arah pulang

Tiba pada suatu malam
Ketika angin berembus lebih dingin dari biasanya

Ia bertanya kepada dirinya sendiri
Siapa aku sebenarnya?
Apakah aku seorang murid
Murid yang tersesat terlalu jauh dari pelajaran pertamanya?
Ataukah sejak awal
Aku memang tidak pernah memiliki guru?

Ahh sial
Pertanyaan itu menggantung
Tak dijawab oleh siapapun
Dan untuk pertama kalinya
Ia menyadari sesuatu yang membuat dadanya sesak

barangkali selama ini
Ia memang berjalan seorang diri
Tak ada tangan yang menuntun arahnya
Tak ada jejak yang mengikuti langkahnya
Yang ada hanya suara-suara dalam kepalanya sendiri
datang dan pergi seperti rembulan yang lelah menyinari malam

Malam pun turun perlahan
Di kejauhan
Bintang-bintang tampak menyala
seolah langit sedang baik-baik saja
Namun ia tau
Tak semua yang berkilau adalah harapan
Sebab di balik cahaya-cahaya kecil itu
Terhampar kegelapan yang panjang
Dan di dalam kegelapan itu
Seorang pria masih berjalan
Masih mencari sesuatu
Yang bahkan ia sendiri tak lagi tahu maknanya

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *