Kuketuk pelan-pelan pintu ruang isolasi
Kemoterapi di awal ashar tadi
Kulirik tetesan infus menetes perlahan
Mengganggu siklus pembelahan sel
Merusak DNA sel
Sel kanker yang akan menyengat setiap perempuan di muka bumi
Dua wanita paruh baya
Menyambutku dengan senyuman,
Menatapku nanar
Bersiap memastikan banyak perihal
dan
episode-episode mendung
Rambut rontok berguguran
Kulit kering menghitam
Jemari yang dirasa bengkok
Lunglai menyapa setiap detik
Kusentuh lembut tangannya yang diinfus
Kupastikan badai pasti berlalu
Kuyakinkan tak akan selamanya beku
Asa bertarung di ruang kedap ratusan hari
Seraya melangitkan impian lebih lama menikmati teh hangat dan udara pagi
Hamparan panorama pelik sehari-hari
Sejatinya menjadi pengingat
Tak ada insan yang baik-baik saja
Semua bergelut dengan rantai kusut
Entah hingga kapan akan selesai