Di antara puing-puing reruntuhanAku terdiam. Tubuhku nyala terakhirDari seluruh yang padam.Kakiku seolah tumbuh akar pohonDan mencekam tanah dengan kuat.Sembari kuratapi kota yang hancurSetelah kekacauan tahun lalu.-Tak ada sesiapa, hanya aku.
Sukriannur
Ann.s. adalah nama yang dipilih Sukriannur untuk menampung rasa yang sering tak muat dalam percakapan sehari-hari. Puisi-puisinya adalah catatan kecil dari hati yang terus mencoba, meski terus juga yang paling sering terluka. Temui lebih banyak di @sukriannurr_
