Malam itu adalah pertemuan pertama kami. Seperti nasib cinta orang masa kini, kami dipertemukan oleh keakraban di media sosial. Setiap malam kami saling berbalas pesan, bahkan tidak jarang menyertakan tanda
Tri Em
Terus membaca, terus menulis, terus bekerja, dan siap hidup miskin.
