Investasi obligasi kini semakin digandrungi masyarakat. Banyaknya keuntungan dari membeli obligasi menjadi salah satu faktornya. Dalam obligasi terdapat istilah yield yang perlu investor pahami.

Dengan begitu, Anda dapat menghitung tingkat pengembalian pada instrumen keuangan misalnya saham atau obligasi. Perhitungan dari yield sangat membantu investor dalam memperoleh informasi apakah obligasi dapat memenuhi ekspektasi investor atau tidak.

Apa Itu Istilah Yield dalam Investasi Obligasi?

Pasti Anda sedikit asing dengan istilah Yield. Yield sendiri merupakan tingkat keuntungan atau bunga yang akan diperoleh oleh investor dari obligasi. Definisi lain dari istilah ini adalah harga dari uang. Hal ini sangat penting untuk investor ketahui.

Sebab dari Yield inilah seorang pemodal dapat menghitung serta mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam membeli investasi obligasi.

investasi obligasi

Secara ringkasnya, yield merupakan kupon yang akan dihasilkan dari seluruh jumlah investasi awal. Pada dasarnya, yield memiliki dua jenis yaitu current yield atau simple yield dan yield to maturity.

Perbedaan antara kedua jenis ini terletak pada cara menghitungnya atau lebih tepatnya cara mengukur. Untuk current yield Anda dapat membagi tingkat kupon dengan harga beli investasi obligasi tersebut. Sedangkan pada jenis yield to maturity adalah tingkat untung yang mempresentasikan keuntungan pada investasi obligasi.

Kenali Faktor yang Mempengaruhi Yield

Seperti pada penjelasan di atas, yang menyatakan bahwa tingkat kupon obligasi akan dipengaruhi oleh harga yang ada di pasar sekunder. Beberapa faktor yang mempengaruhi harga obligasi antara lain:

1. Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar atau biasa disebut kurs merupakan sebuah nilai mata uang negara yang dinyatakan dengan nilai mata uang dari negara lain. Lebih jelasnya harga nilai mata uang yang bisa diukur dengan harga nilai mata uang lain.

Perlu Anda ketahui, nilai mata uang asing sering mengalami perubahan dari masa ke masa. Mata uang ini paling banyak dilakukan jual beli dalam transaksi pertukaran mata uang.

Hal tersebut disebabkan oleh lebih dari setengah bagian dari semua transaksi dikuasai oleh mata uang Dolar Amerika. Masalah tersebut berpengaruh terhadap peningkatan nilai investasi obligasi dalam Rupiah.

2. Tingkat Suku Bunga Acuan

Suku bunga acuan adalah sesuatu hal yang ditujukan sebagai pengendali jumlah uang yang beredar. Dimana yang memegang kekuasaan penuh dari suku bunga acuan adalah Bank Indonesia. Bank Indonesia mempunyai peranan menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.

Apabila suku bunga acuan dari Bank Indonesia menurun, harga beli obligasi yang menggunakan kupon tetap misalnya Obligasi Negara Ritel atau ORI nilai kuponnya akan naik di pasar sekunder.

Sistem kupon tetap, menciptakan imbal hasil yang diperoleh dari investor tidak berpengaruh besar. Bahkan tidak sama sekali oleh perubahan suku bunga acuan. Tidak berpengaruhnya hal tersebut tentu menguntungkan bagi para investor. Jadi, itu alasan mengapa apabila suku bunga acuan turun harga ORI cenderung meningkat.

3. Kupon Acuan Obligasi Pemerintah

Faktor yang terakhir yaitu apabila yield dari obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun menurun, yang akan diuntungkan adalah pasar. Perlu Anda ingat lagi bahwa yield berbanding terbalik dengan harga yang ada di pasar sekunder. Semakin rendah nilainya, maka akan semakin tinggi harga di pasar sekunder.

Besarnya yield juga bergantung pada cara berdagangnya serta cara usaha dalam mengatasi masalah pasar. Sehingga, Anda disarankan untuk selalu melakukan pemantauan situasi pasar untuk meminimalkan segala resiko kerugian. Jadi, apakah berminat mencoba investasi obligasi?

Keunggulan Obligasi Pemerintah Melalui Aplikasi digibank by DBS

beli obligasi

Baru-baru ini investasi obligasi memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan. Keunggulan dari obligasi pemerintah menjadi perhatian para investor.

Dengan menginvestasikan dana melalui obligasi artinya Anda menjemput kesuksesan dengan keputusan yang benar. Salah satunya menggunakan Aplikasi digibank by DBS. Apa saja keunggulan obligasi pemerintah yang wajib Anda ketahui? Berikut ulasannya:

1. Dijamin Nilai Pokok Kembali 100%

Keuntungan pertama adalah terjamin 100% pengembalian nilai pokok ketika jatuh tempo oleh obligasi pemerintah.

Terdapat kontrak perjanjian yang telah disetujui oleh kedua belah pihak yang berisikan nominal serta jangka waktu pengembalian yang mana sudah sah di mata hukum. Anda dapat membuktikannya sendiri dengan mencoba berinvestasi melalui jenis obligasi ini.

2. Pembayaran Kupon atau Imbal Hasil Tetap

Satu hal yang paling utama dari kegiatan investasi obligasi adalah diperolehnya kupon atau imbal hasil. Kupon akan Anda dapatkan dalam jangka waktu yang berkala selama masih dalam periode investasi.

Kupon tersebut akan diterbitkan langsung oleh penyedia obligasi melalui sistem transfer. Imbal hasil akan langsung masuk pada buku tabungan Anda tanpa perlu mendatangi kantor obligasi.

3. Efisiensi Transaksi via Aplikasi

Semakin hari, semakin canggih pula perkembangan teknologi. Seperti pada sistem obligasi. Investasi obligasi juga tidak ingin kalah dari kemajuan teknologi masa kini. Perkembangan dimanfaatkan oleh pihak penyedia obligasi dalam hal pembelian melalui aplikasi khusus.

Penggunaan dari aplikasi ini sangat menguntungkan bagi calon investor maupun pihak penyedia. Dari segi calon investor sendiri akan dimudahkan dalam melakukan pendaftaran serta jual beli opsi investasi yang diinginkan.

Tidak hanya itu, calon investor juga dapat mengaksesnya dimana saja dan kapan saja. Sedangkan untuk penyedia tentu semakin memudahkan dalam proses input data serta peluang dalam mendapatkan nasabah.

Mengenali keunggulan dari sebuah instrumen investasi obligasi sangat diperlukan. Karena Anda sebagai calon investor sangat membutuhkan kerja sama yang saling menguntungkan.

Dengan begitu, Anda akan cukup memahami apa yang akan didapatkan nantinya setelah berkecimpung pada dunia investasi. Jadi tunggu apalagi? Mari mulai investasi obligasi bersama digibank by DBS sekarang juga.

Shares: