Filosofi Pendidikan dari Bapak Pendidikan Indonesia

filosofi pendidikan

Ki Hadjar Dewantara atau bernama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, bapak pendidikan Indonesia yang memiliki semboyan “ing ngarso sing tulodo, ing madyon Mangun Karso, dan tutwuri Handayani“. Seorang anak jenius yang dimiliki bangsa, ia memiliki kesempatan bersekolah di jurusan kedokteran, sayangnya ia harus keluar karena beberapa hal, salah satunya karena sering mengkritik pemerintah Belanda.

Ki Hadjar Dewantara memiliki fokus terhadap kecerdasan bangsa, membangun taman siswa adalah salah satu jalan perjuangan yang beliau pilih untuk memperkuat rakyat dengan senjata yang paling kuat yaitu pendidikan,dan ada 3 point penting yang dapat dipelajari dari filosofi pendidikan Ki hadjar Dewantara, “ing ngarso sing tulodo, ing madyo Mangun Karso, tutwuri Handayani”. Mungkin lebih tepat untuk pedoman para pendidik bangsa, sedangkan para murid bisa mempelajari apa filosofi pendidikan dari sang bapak pendidikan indonesia.

Point point filosofi pendidikan yang disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara mengandung makna yang berlandas kepada nilai nilai kemanusiaan, yang tak hanya mengandalkan kepentingan pribadi tetapi menyebarkan kembali kepada sesamanya, inti pikiran dari sang pendidik bisa dipelajari dengan berfilsafat.

Tujuan Pendidikan

Terkadang banyak orang beranggapan tujuan pendidikan itu, menjadikan seseorang pintar, mendapatkan ijazah untuk bekerja, atau hanya untuk mendapat nilai yang bagus, dalam pemikiran filosofi pendidikan yang diperoleh dari Ki Hadjar Dewantara, tujuan pendidikan itu memerdekakan manusia dan menurut Ki Hadjar dewantara apa itu manusia yang merdeka, itu hanya ada dua yaitu selamat raganya dan bahagia jiwanya.

Dalam bidang ilmu apapun mungkin kita semua setuju bahwa manusia mencari keselamatan dan kebahagiaan, dan banyak dari manusia tidak mengetahui bagaimana caranya agar hidupnya selamat dan bahagia, hal tersebut juga tak pernah di ajarkan di sekolah. Mengetahui penyebab aksi bandung lautan api, menghitung kecepatan laju roket, atau memecahkan rumus trigonometri,tidak menjamin manusia mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan,Padahal pendidikan itu seharusnya memerdekakan manusia dan menghasilkan manusia yang selamat dan bahagia.

Peran Penting Pendidikan

Menurut Ki Hadjar Dewantara peran pendidikan ada tiga yaitu memajukan dan menjaga diri, memelihara dan menjaga bangsa, memelihara dan menjaga dunia, ia menyebutnya filosofi tri rahayu, ki hadjar dewantara menyebut semua itu terhubung dan berkontribusi untuk kepentingan yang lebih besar. Maksudnya jika satu orang bisa mengubah lingkunganya dan lingkungannya menyebarluaskan lagi dan menyebabkan banyak perubahan baik, meski dimulai dari diri sendiri, maka hal tersebut yang dimaksud dari filosofi tri rahayu.

Tiga Kon Menurut Ki Hadjar Dewantara

Ada tiga kon menurut Ki Hadjar Dewantara yaitu kontinu, konvergen, dan konsentris, kontinu adalah berkelanjutan, dimana semua yang telah dicapai hari ini adalah hasil pembelajaran dari hari kemarin, dihitung semenjak hari kita lahir, pembelajaran akan terus berjalan selama kita menjadi manusia yang hidup di dunia, sehingga selalu menemukan cara terbaik dalam menjalani hidup dari hari kemarin hingga hari ini dan seterusnya.

Konvergen berarti ilmu harus diambil dari banyak sumber, referensi ilmu dari berbagai macam sumber dapat memperluas wawasan dan memunculkan sudut pandang baru serta pikiran yang lebih terbuka.

Lalu yang terakhir adalah konsentris yang artinya harus sesuai konteks dimana kita berada, mengambil ilmu bisa dari berbagai daerah tetapi harus mengetahui identitas dari diri untuk kembali mengikuti konteks makna yang ada pada hidup dari masing-masing individu.

Dari hal ini kita dapat mempelajari filosofi pendidikan bahwa esensial pendidikan tidak hanya belajar tentang teori semata dan banyak hal yang tidak dijelaskan dengan mendalam di sekolah mengenai memerdekakan manusia lewat pendidikan, pendidikan harus mencakup semua aspek pembelajaran mulai dari nilai moral hingga keilmuan itu sendiri.

Pendidikan di era ini lebih mengedepankan manusia yang cerdas dalam bermateri, melupakan manusia harus belajar tentang bagaimana cara berbahagia, pengimplementasian konsep memerdekakan manusia pada pendidikan zaman sekarang dapat menjaga esensial filosofi pendidikan yang dapat di ambil dari Ki Hadjar Dewantara untuk tidak melupakan manusia perlu untuk bahagia, mengajarkan bahwa bukan siapa yang terbaik tetapi menjadi manusia yang berkembang dan maju bersama untuk menciptakan keadaan yang positif.

ajax loader

Bagikan Artikel Ini

Penalis

Portal media berbagi informasi dan inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *