Budaya & Agama

Renaisans Indonesia

Indonesia Inilah negara saya, tempat lahir dan besar, dan pernah beberapa kali pindah dan sangat terasa kebhinekaannya yang sudah menjadi narasi umum seperti beraneka ragam suku, bahasa (ada lebih dari tujuh ratus), agama nya yang bisa lebih dari ratusan, serta pulau-pulaunya yang berjumlah sekitar 17.000 dan keanekaragaman lainnya.

Namun saat ini banyak sekali permasalahan yang menimpa negara kita mulai dari sisi Pemerintahan yang korupsinya ada dimana-mana sudah sampai DNA bahkan ada yang bilang sudah jadi budaya dan juga masyarakatnya juga yang katanya memiliki mental inferior yang sudah mengakar sejak lama dan Tingkat literasi yang rendah.

Dibalik kekurangan dan permasalahan tersebut, saya mencoba mencari dan menggali informasi lain mengenai negara tercinta ini. Seketika saya teringat Eropa yang pernah mengalami era kegelapan yang benar-benar kacau seperti banyaknya kekerasan, takhayul, wabah penyakit dan kemunduran lainnya yang mungkin lebih parah dari kondisi Indonesia saat ini.

Tapi setelah itu muncul renaisans yang terlahir di kota Firenze, Italia dan menyebar ke seluruh Eropa yang mana prosesnya cukup kompleks, bervariasi, yang intinya merupakan suatu Gerakan pembaharuan dan pencerahan dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari politik, seni, arsitektur, sastra, sains dan lain sebagainya. Dari hal-hal pembaharuan tersebut, justru renaisans lebih dikenal dengan Gerakan perubahan pada bidang seni dan sastra daripada politiknya seperti tokoh Leonardo Da Vinci, Michellangelo, Raphael, dan Donatello. Seketika pikiran saya terbersit apakah renaisans ini bisa juga terjadi di Indonesia? Hmmm.. hal yang menarik untuk dibahas!

Di Indonesia, aktivis dan perjuangan kita terhadap politik saya rasa sudah sangat masif dan populer, walaupun memang sangat berat melawan para elit, mafia dan oligarki yang jahat, korup dan rakus. Kita semua akan terus berjuang untuk melawan hal-hal tersebut. Tapi coba kita sejenak melihat bidang-bidang lain yang saya rasa tidak semasif politik dalam pembahasan dan perjuangannya seperti seni, sastra, dan arsitektur yang saya akan bahas lebih lanjut dan apa yang bisa saya atau kita lakukan walau sangat kecil dan sederhana.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, salah satu permasalahan masyarakat Indonesia adalah mental inferior dan rendah diri terhadap bangsa lain yang secara peradaban lebih maju. Apabila kita lihat dari sisi ekonomi, peradaban, dan manajemen, kita memang harus mengakui fakta bahwa negara-negara Eropa, Amerika Utara, serta Asia Timur memang lebih maju,tapi hal tersebut bukan berarti kita harus inferior kan? marilah kita lihat ke hal yang mungkin jarang menjadi narasi yaitu melihat objektivitas karya itu sendiri secara egaliter. Karya disini bisa meliputi berbagai hal mulai dari seni, budaya, arsitektur, buku dan lain sebagainya. Yang saya maksud dengan objektivitas karya secara egaliter Adalah bahwa antar berbagai karya tiap bangsa terlepas dari faktor popularitas dan nilai harganya dari objek karya itu sendiri derajatnya sama. Sebagai contoh antara Candi Borobudur dan Koloseum serta Lukisan Monalisa karya Leonardo Da Vinci dan Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh secara objektifitas karya seni sama derajatnya. Hal ini yang harus kita sadari dulu dari awal dan ditanamkan pada Masyarakat Indonesia.

Dengan membangkitkan kesadaran bahwa diantara karya bangsa kita dan bangsa lain itu egaliter bahkan sebenarnya kita harus lebih bangga dengan karya bangsa kita sendiri, saya rasa mental inferior itu bisa berkurang sedikit demi sedikit. Minimal Masyarakat kita sadar dan tahu dulu mengenai hal-hal yang sangat luar biasa dari bangsa kita ini.

Selain itu problem masyarakat Indonesia Adalah minimnya literasi. Apabila dikaitkan dengan kebudayaan, seni dan juga sastra maka akan banyak sekali problematika, salah satu nya ialah ketidaktahuan akan sosok legendaris dan berjasa dalam bidang tersebut, seperti contoh Seniman legendaris Bing Slamet cukup banyak Masyarakat kita yang tidak tahu beliau, padahal beliau di era nya merupakan sosok serbabisa mulai dari menyanyi, melawak, acting dan lain sebagainya. Apabila kita lihat di negara jiran, Malaysia ada sosok yang serupa yaitu P. Ramlee yang merupakan keturunan Aceh, Tapi beliau disana sangat diapresiasi yang bisa kita lihat dari nama beliau yang dijadikan nama jalan raya dan dibuatkan museum khusus Beliau. Sedangkan Bing Slamet tidak ada sama sekali.

Selain itu ada Seniman kebanggan kita yang semestinya dikenal sampai ke akar rumput tapi malah sebaliknya tidak terlalu terkenal yang sebelumnya saya sudah sebut yaitu Raden Saleh dengan berbagai karya legendarisnya seperti Penangkapan Diponegoro dan Banjir di Jawa. Kita bisa melihat dari Uang kertas Rupiah kita yang selama negara ini Merdeka hampir tidak ada satupun Pahlawan yang menjadi cover uang Rupiah berasal dari dunia seni dan sastra. Hampir semuanya merupakan Pahlawan yang berjuang melawan Kolonial Belanda. Padahal sosok pahlawan tidak mesti dari jalur politis, dan peperangan. Oleh karena itu sosok seperti Bing Slamet dan Raden Saleh semestinya juga dianggap pahlawan karena sama-sama berjuang di bidang masing-masing dan membanggakan Indonesia.

Selain yang sudah saya bahas diatas, ada karya Nusantara yang saya ingin sekali saya sebarkan secara masif ke seluruh Indonesia bahkan Dunia yaitu Aksara-aksara Nusantara karena saya cukup menguasai dalam membaca dan menulis aksara Nusantara. Tetapi sayangnya aksara-aksara tersebut sangat jarang digunakan sehari-hari bahkan banyak diantara kita yang tidak tahu bahwa Nusantara memiliki berbagai ragam aksara. Sebagai contoh berdasarkan pengalaman saya dalam menggali informasi kepada orang-orang, ada aksara yang cukup populer dan banyak orang sudah tahu seperti aksara jawa dan bali tapi ada juga yang sebaliknya seperti aksara sunda karena banyak orang sunda itu sendiri yang tidak tahu bahwa Sunda punya aksara, begitu juga dengan berbagai aksara batak dan juga rejang di Bengkulu. Hal ini sangat ironis karena terasing di tanah sendiri yang dikhawatirkan akan punah di masa yang akan datang.

Padahal Aksara-aksara Nusantara itu sangat indah, dan juga variatif. Mulai dari Aksara Jawa dan Bali yang sangat artistik dan kompleks, sampai dengan aksara Lontara yang sangat minimalis semua mewarnai Khazanah kebhinekaan aksara di Nusantara.

ᮕᮨᮙ᮪ᮘᮨᮁᮓᮚᮃᮔ

ꦥꦼꦩ꧀ꦧꦼꦂꦢꦪꦲꦤ꧀

ᬧᬶᬫ᭄ᬩᬶᬃᬤᬬᬳᬦ᭄

ᯇᯔᯩ᯲ᯅᯒᯩ᯲ᯑᯛᯀᯉ᯲

ᨄᨛᨆᨅᨛᨑᨉᨐᨕᨊ

Kata “Pemberdayaan” dari berbagai aksara di Nusantara (Urut dari kiri ke kanan : Sunda, Jawa, Bali, Batak Toba, dan Lontara)

Apa yang bisa saya lakukan dan berdayakan adalah saya dengan senang hati mengajari berbagai aksara tersebut kepada siapa saja yang tertarik. Selain itu ada hal yang lebih mudah lagi yang bisa saya lakukan dalam mempromosikan dan melestarikan berbagai aksara ini yaitu saya suka sekali menuliskan nama teman-teman saya dalam berbagai aksara Nusantara baik melalui tulisan tangan maupun ketikan di keyboard yang bisa mereka simpan bahkan ditampilkan di media sosial mereka. Munculnya aksara-aksara Nusantara di media sosial pada era digital ini merupakan suatu kebanggan dan kebahagiaan bagi diri saya pribadi dan juga bagi Indonesia karena aksara tersebut setidaknya masih eksis di dunia media sosial yang sangat modern ini dan terus beradaptasi terhadap perubahan zaman. Selain teman-teman saya, para Tokoh atau Kreator Konten ternama pun pernah saya tuliskan nama-nama Beliau semua dengan berbagai Aksara Nusantara seperti Bapak Hilmar Farid, Asep Kambali, Jay Subyakto, Eko Supriyanto, Ferry Irwandi, Guru Gembul, Bro Gamal, Adit Mkm dan Kumaila Hakimah.

Target saya sangat sederhana yaitu minimal Masyarakat tahu bahwa Indonesia punya berbagai aksara dan media sosial merupakan tempat yang paling mudah untuk dikunjungi banyak orang untuk melihat aksara ini dan harapannya Masyarakat Indonesia selain tahu tentang aksara bisa merasa bangga dan memiliki banyak aksara yang indah, artistik dan sangat bhinneka. Hal ini walau sederhana tapi bisa membangkitkan semangat akan berbudaya Indonesia karena kita memiliki ciri khas yang kuat dan unik yang tidak ada di negara lain dan kita dapat tunjukan kepada dunia mengenai keunikan dan keindahan aksara-aksara ini

Saya yakin dari semua yang Indonesia miliki, baik dari tokoh maupun karyanya yang luar biasa, unik, khas yang tidak ada di negara lain apabila kita kompak rutin setiap hari bersama-sama melakukan aksi walau itu kecil dan sepele seperti membahas, memposting dan dikemas secara kekinian di media manapun, maka akan semakin dikenal sehingga rasa memiliki dan bangga akan terwujud dan tertanam pada Masyarakat Indonesia.

Selain itu kesadaran akan egaliter baik itu dari sisi manusia sampai karya seni juga harus ditanamkan berulang-ulang sehingga bisa masuk ke dalam bawah sadar, hingga ke jiwa yang paling dalam yang pada intinya akan mengurangi inferioritas dan saya yakin semakin lama semakin berkurang karena masa kolonial telah lama usai untuk apa inferior terus ?

Dimulai dari hal kecil!

Lakukan setiap saat!

Mari bangkit !

Semangat berubah !

Renaisans Indonesia akan terwujud!

Like 0
Dislike 0
Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *