Sastra

Anatomi Sebuah Puisi

Malam yang memetik bahasa
Aku setelah aku, ketika musik berbenah
Pisau bedah di ujung lidah dan pensil lari dari kertasnya.

Apakah bahasa?
Adakah puisi?
Dalam botol setiap buku mengaborsi suami, setelah suami mulai kehilangan lelaki.

Di lampu jalan, ciptakan bayangan angin.
Sajakku tak ingin hidup
Membuat api dan kobaran sunyi dalam pakaian yang dilupakan harga

Malam, setelah penyair tidak lagi di koran.
Malam, kutuklah setelah malam tidak lagi di rumah
Aku tak merokok dalam mimpiku,
dalam kopi ada puisi
dan aku adalah purba.

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *