Kehidupan fanaTak luput dari “kejutan”Ia datang diam-diam, tanpa aba-aba, tanpa dimintaTerkadang ia menjelma tawaMerekah seperti bunga dimusim semiTerkadang ia luruh menjadi air mataJatuh satu persatu, mengisahkan perih tak terucapSegala yang
Mustika Rachel Ardhana
Berprofesi sebagai guru sekolah swasta di Jakarta yang mencintai sastra dan aktif di komunitas sastra. Baginya, puisi bukan sekedar tulisan, tapi ruang untuk memahami diri, merawat rasa, dan menyuarakan hal-hal yang seringkali sulit diucapkan.
2 karya tulis dari Mustika Rachel:
Bola matamu menatapku dengan tajamKu kira ada salah yang ku lakukanNamun ternyata, itu hanya bahasa rasaSorot mu seakan sedang bersaksiMengagumi tanpa bertepi, tanpa ilusi “Indahnya ciptaan Mu Tuhan”Ucap mu penuh

