Buku yang lama tersimpan
Sampul berganti dengan kerajinan yang baru
Tulisan di dalamnya merasuk pikiran
Waktu pun berkata jangan terlena pada haru

Selama apa tersimpannya buku itu
Buku yang selalu mengingatkan panca indera mu
Selalu fokus berubah menderu
Meski batin selalu merindu

Kadang kita terjebak pada angan
Sebanyak mungkin ingin terbawa
Tangan hanya dua dan kau tak mampu menulis dengan keduanya
Ya.. Tuan nyonya, pandangilah demikian

Jika kesimpulan menjadi penutup pada sebuah buku
Tak semestinya buku lain berkesimpulan sama
Saat menulismu tak sanggup lagi dipenuhi oleh satu buku
Sudah semestinya lembaran baru melanjutkannya

Tanda baca, HURUF KAPITAL, sampai emosi tergores tajam pada hatimu
Memang indah membaca buku favorit
Terulang terangan lagi menjadi candu
Hingga tak terasa waktu tak lagi sedikit

Terlepas pada jerat memang berat
Berkata seharusnya demikian atau seharusnya seperti itu
Lihatlah! Apa yang kau sudah tuliskan tanpa syarat
Dirinya menjelma kalimat yang terbujur kaku

Tulisan barumu tak selalu harus cerita bersambung
Buku karyamu tak perlu bercerita sama
Jika fitrah hadirmu membuatmu bingung
Barangkali kau selalu menuliskan kata tanpa jiwa

Tempat kerja, 12 Feb 26

Like 2
Dislike 0
Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *