Mengenal Generasi Sandwich dan Cara Mengatasinya

generasi sandwich

Kenapa disebut generasi sandwich? Siapa generasi sandwich?

Generasi sandwich pertama kali disebutkan oleh Prof. Dorothy A. Miller pada 1981 – Amerika Serikat.

Dalam jurnalnya The ‘Sandwich’ generation: adult children of the aging, dijelaskan bahwa generasi sandwich adalah orang yang terjepit di antara generasi sebelum dirinya; orang tua dan generasi setelahnya; anak, cucu nya. Seperti isi sandwich.

Kalian tahu sandwich? Sandwich adalah makanan yang biasanya berisi irisan daging tipis, keju, saus mayones, saus sambal atau tomat dan sayur-sayuran yang berada di antara dua potong roti.

Jika membayangkan makanan sandwich jadi lapar, ya? Tapi setelah membaca artikel ini, mungkin kamu jadi tidak tertarik dengan sandwich pada makna generasi sandwich.

Hal-Hal yang Terjadi pada Generasi Sandwich

Menjadi generasi sandwich akan menemui beberapa hal yang sangat menantang, sangat berpengaruh pada kehidupan, dan lain sebagainya. Beberapa hal itu adalah:

Memenuhi Kebutuhan Orang Tua dan Rumah Tangga sekaligus

Genarasi sandwich harus bisa memenuhi kebutuhan orang tuanya sebagai salah satu bentuk baktinya sebagai anak. Namun begitu, ada kalanya di waktu yang bersamaan generasi sandwich juga harus memenuhi kebutuhan rumah tangganya sendiri. Misalnya kebutuhan anak, istri atau suami, tempat tinggal, dan lain sebagainya. Sulit? Iya, sulit jika kemapanan finasial kamu belum cukup. Bisa mengakibatkan stres, penyakit pusing, serta menjadi pemicu kegagalan lainnya. Pokoknya ruwet!

Generasi Sandwich Sering Menemui Persimpangan dalam Hidup 

Persimpangan yang dimaksud adalah sebuah keadaan yang membuat generasi sandwich harus memilih karena tidak mampu memenuhi kebutuhan dari generasi sebelum dan sesudahnya bersamaan. Jika sudah menemui persimpangan ini, generasi sandwich terpaksa berkorban setiap saat.

Berkorban Setiap Saat

Generasi sandwich akan mengorbankan kebutuhan dirinya sendiri, demi memenuhi kebutuhan generasi yang menghapitnya. Seperti menunda jadwal berlibur, beli mobil baru, makan di luar, dan kebutuhan lain yang sifatnya sekunder sering menjadi korban ditiadakan demi memenuhi kebutuhan generasi penghapit.

Tangguh Karena Tuntutan

Melihat keadaan yang sering dialami generasi sandwich, hal ini membuat generasi sandwich menjadi tangguh, pandai, dan tabah. Jika otot selalu ditempa, maka otot itu akan menjadi kuat dan tebal. Seperti itulah generasi sandwich dibentuk oleh kondisi yang harus lebih mengutamakan terpenuhinya kebutuhan generasi penghapit

Hal yang Perlu Dilakukan oleh Generasi Sandwich

Setelah membaca hal-hal yang mungkin dihadapi generasi sandwich di atas, maka tengok keadaanmu. Jika kamu berpotensi termasuk dalam generasi sandwich ini, sebaiknya kamu melakukan hal-hal berikut:

Matangkan Finansial

Dengan finansial yang matang, mantap, dan mapan, menjadi generasi sandwich tidak akan terasa begitu berat. Miliki investasi, berwirausaha maju, atau bekerja dengan gaji yang cukup, bahkan lebih, akan menyelamatkanmu dari himpitan kebutuhan yang besar.

Antisipasi Keadaan dengan Skala Prioritas

Prioritaskan kebutuhan primer, jangan sampai kebutuhan primer pribadimu tidak terpenuhi karena salah dalam pengolahan finansial. Upayakan yang terbaik dan selalu belajar bagaimana cara mengolah keuangan dan menghadapi agar menjadi lebih baik.

Putuskan Rantai Generasi Sandwich

Cara memutuskan rantai generasi sandwich adalah dengan menyiapkan biaya pensiun. Jangan biarkan anakmu juga menjadi generasi sandwich karena harus menanggung kebutuhan hidupmu saat kamu lansia.

Itulah pembahasan perihal generasi sandwich yang dapat Penalis rangkum. Semoga bisa menjadi informasi dan inspirasi yang bermanfaat. Tetap semangat!

ajax loader

Bagikan Artikel Ini

Penalis

Portal media berbagi informasi dan inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *