Malam itu, sekitar jam 8 malam, kami berkumpul di RS UKI Cawang. Semua terlihat semangat meski lelah setelah dikejar berbagai macam deadline pekerjaan. Beberapa dari kami bahkan datang dengan wajah penuh antusiasme, sudah tak sabar memulai petualangan. Setelah memastikan semua perlengkapan lengkap—tenda, sleeping bag, makanan, dan obat-obatan—kami berangkat menuju basecamp Gunung Sumbing. Perjalanan dari Jakarta memakan waktu sekitar 5-6 jam. Di dalam bus, suasananya ramai dengan obrolan, canda tawa, dan sedikit cerita horor pendakian untuk menambah adrenalin.

Sampai di Basecamp dan Mulai Mendaki

Kami tiba di basecamp Gunung Sumbing sekitar jam 8 pagi. Udara pagi di sini segar sekali, langsung mengusir rasa kantuk yang tersisa. Setelah beristirahat sejenak dan sarapan, kami mengurus registrasi pendakian. Waktu menunjukkan sekitar pukul 11 siang ketika kami mulai mendaki. Jalurnya menantang banget, dengan tanjakan curam dan jalan berbatu. Sepanjang perjalanan, kami disuguhi pemandangan yang luar biasa, hamparan hijau dan udara segar yang bikin lupa lelah.

Pos demi pos kami lalui: Pos 1 dan Pos 2, Pos 3  sampai akhirnya tiba di Camp Area sekitar jam 6 sore. Di sini, kami mendirikan tenda, memasak makan malam, dan menikmati kebersamaan di bawah langit yang mulai gelap. Sambil menikmati makanan, kami berbagi cerita dan rencana untuk summit attack esok hari. Sekitar jam 10 malam, kami memutuskan untuk tidur agar bisa bangun dini hari dengan energi penuh.

Summit Attack dan Kembali ke Basecamp

Dini hari, sekitar jam 3 pagi, alarm berbunyi. Kami bangun dengan semangat, meski udara dingin menusuk tulang. Dengan senter di tangan dan pakaian hangat, kami mulai mendaki menuju puncak. Jalur menuju puncak sangat menantang, berbatu dan udara semakin tipis. Tetapi semangat kami tak pernah surut. Sekitar jam 8 pagi, kami tiba di puncak. Pemandangan di sini benar-benar spektakuler. Awan berada di bawah kami, dan pemandangan kota di kejauhan terlihat seperti lukisan. Kami mengambil banyak foto dan menikmati momen indah ini.

Setelah puas menikmati pemandangan dan berfoto-foto, kami turun kembali ke Camp Area untuk makan dan beres-beres tenda. Sekitar jam 10 pagi, kami mulai turun menuju basecamp. Perjalanan turun lebih cepat, tapi tetap harus hati-hati karena jalurnya licin. Kami tiba di basecamp sekitar jam 6 sore. Kami istirahat sebentar, kemudian berkemas dan memulai perjalanan pulang ke Jakarta sekitar jam 8 malam. Di perjalanan pulang, suasananya lebih tenang. Banyak dari kami tertidur kelelahan, sementara yang lain masih sempat berbagi cerita tentang pengalaman mendaki.

Pendakian Gunung Sumbing Via Garung 1
Pendaki Cupu Indonesia

Kembali ke Kehidupan Sehari-hari

Setelah perjalanan panjang dari basecamp, kami tiba di Jakarta sekitar jam 5 pagi. Meski lelah, rasa puas dan bangga berhasil menaklukkan Gunung Sumbing membuat kami semangat. Kami berpisah di titik awal di RS UKI Cawang dengan janji untuk mendaki lagi di lain waktu.

Perjalanan ini benar-benar seru dan penuh kenangan. Meskipun capek, pengalaman mendaki Gunung Sumbing sangat berharga dan akan selalu diingat. Dari tawa, cerita, hingga perjuangan mendaki, semuanya menjadi bagian dari petualangan yang tak terlupakan. Kami menutup perjalanan ini dengan tidur nyenyak di rumah masing-masing, sambil mulai merencanakan pendakian berikutnya.

Dan begitulah, petualangan kami ke Gunung Sumbing. Sampai jumpa di petualangan berikutnya!

Informasi Harga

TransportasiSesuai Meeting Point dan Kendaraan yang digunakan
SIMAKSIRp20.000
OjekRp30.000
JajanSecukupnya
Update Juni 2024

Ditulis oleh: Jaxson Denrophile

Shares:
Show Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *