Mengenal Lebih Dalam Seni Budaya Aceh

seni budaya aceh

Propinsi Aceh terbagi atas beberapa daerah bagian, yaitu Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah. Aceh memiliki ragam seni budaya yang banyak. Berada di ujung bagian barat Pulau Sumatera, Aceh yang dijuluki Serambi Makkah dikenal juga dengan Nanggoroe Aceh Darussalam (NAD).

Berikut adalah beberapa ragam budaya Aceh yang dapat Penalis rangkum:

Bahasa Daerah di Aceh

Aceh memiliki kurang lebih 10 bahasa daerah. Dalam kegiatan formalnya, masyarakat Aceh tetap menggunakan bahasa Indonesia seperti pada umumnya. Namun, sehari-harinya ada juga yang masih menggunakan bahasa daerah sesuai domisili masing-masing seperti Bahasa Gayo, Bahasa Aneuk Jame, Bahasa Aceh, Bahasa Alas, dsb. Untuk kamu yang ingin pergi ke Aceh, tidak ada salahnya sedikit belajar bahasa-bahasa daerah yang ada di Aceh.

Pakaian Adat Aceh

Pakaian adat Aceh untuk laki-laki disebut Linto Biro sedangkan untuk perempuan dikenal dengan sebutan Daro Buro. Ada juga tutup kepala laki-laki atau kopiah khas Aceh yang disebut Meukeutop, sedangkan tutup kepala untuk perempuan namanya Patam Doe. Pakaian adat biasanya digunakan untuk kegitan upacara adat atau pernikahan dan acara-acara penting lainnya.

Kegiatan adat Aceh

Untuk memperingati atau melakukan suatu acara yang dianggap sakral, Aceh memiliki beberapa kegiatan adat dengan berbagai maksud dan tujuan seperti:

  1. Ba Ranup, membawa sirih saat proses Lamaran, ketika seorang pria ingin melamar wanita untuk dinikahi.

  2. Meugang, yaitu menyembelih kurban untuk merayakan peringatan Idul Fitri, Idul Adha dan lain sebagainya.

  3. Khanduri Pang Ulee, membuat panggung dan makanan untuk ceramah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

  4. Reuhab, kamar yang disakralkan tempat menyimpan barang orang yang meninggal hingga 40 hari setelah kematiannya. Dalam pelaksanaan upacara Reuhab, pihak keluarga akan mengadakan pengajian dan mengundang tokoh agama masyarakat setempat.

Rumah Adat Aceh

Aceh memiliki rumah adat bernama Krong Bade. Rumah adat Krong Bade dibangun dari material kayu alam dengan daun rubia sebagai atapnya. Bentuknya adalah rumah panggung, dengan atap tinggi. Rumah Krong Bade selalu menghadap ke Barat, lebih spesifiknya ke arah Kiblat (bagi agama islam), ada gentong air di depannya dan selalu memilki anak tangga berjumlah ganjil. Bagian bawah atau kolong rumah sering dimanfaatkan untuk menaruh bahan makan.

Tarian adat Aceh

Dikenal dengan tarian Saman. Tarian Saman adalah tarian milik suku Gayo yang berada di Aceh, tepatnya dataran tinggi Aceh Tenggara. Penciptanya adalah Syehk Saman sebagai salah satu tokoh penyebar agama Islam di Aceh. Tari Saman memiliki dua gerakan inti yaitu tepuk tangan dan tepuk badan. Tari saman dilakukan oleh minimal 7 orang laki-laki hingga tak terhingga bilangan ganjil.

Senjata Tradisional Aceh

Senjata tradisional aceh bernama Rancong, senjata kesultanan yang sudah digunakan sejak masa pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah [1]. Ukuran rancong relatif kecil dan bentuknya sangat unik.

Lagu Daerah Aceh

Selain pakaian, tarian dan senjata, Aceh juga memiliki beberapa lagu daerah yang familiar dan sarat akan makna seperti Jambo-Jambo, Aceh Lon Sayang, Tawar Sedenge, Bungong Jeumpa, Saleum dan lain sebagainya. Bagi kamu yang suka bernyanyi, ada baiknya menghapal beberapa lagu daerah Aceh sebagai bentuk turut serta menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia.


Sumber: Kemendikbud
Catatan Kaki:
1. Katalog Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2018 Buku Satu


ajax loader

Bagikan Artikel Ini

Penalis

Portal media berbagi informasi dan inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *